The news is by your side.

Selamatan Ruang ICU RS Adi Husada

Siap Memberangkatkan Para Dokter Suster Studi Banding Ke Negeri Jiran

22

Kisah menarik diungkap Soedomo Margonoto pemilik Kopi Kapal Api yang selama seminggu dirawat di RS. Adi Husada Undaan, hingga akhirnya tergugah hati untuk merenovasi ruang ICU. Keberadaan ruang ICU sangat penting dan mampu diselesaikan dalam waktu satu tahun pembangunan. Kini ruang ICU dengan 11 ranjang 2 ranjang NCU telah siap digunakan untuk beberapa hari kedepan dan dilakukan selamatan dihadiri para dokter, suster, serta petinggi Adi Husada (16/5).

Soedomo mengaku terkejut saat masuk karena terlihat luas bersih tertata rapi dan peralatannya sangat canggih.  Di hadapan para dokter, suster, dan petinggi RS. Adi Husada, Soedomo berjanji akan memberangkatkan para suster dan dokter melakukan studi banding ke rumah sakit Singapura atau Malaysia yang terdekat.

“Dunia kedokteran ilmunya update terus, jadi semua dokter dan perawat harus belajar ke luar negeri melihat langsung bagaimana kemajuan di sana,” tutur Soedomo yang disambut antusias seluruh hadirin.

Soedomo memberi apresiasi tinggi terhadap pekerjaan mulia para suster yang besar hati dan sabar merawat para pasien yang sedang sakit. Para suster setiap hari harus membersihkan kotoran hingga memandikan pasien selain mengantar makanan dan mengecek kesehatan untuk dilaporkan kepada dokter.

Eddy Listyo Ketua Yayasan Adi Husada mengaku lega dengan seleainya gedung ICU. Eddy menceritakan jika baru saja mengunjungi TCM RS Xi An dan kagum dengan kecanggihan peralatan di sana. Selain tempatnya bersih, para pasien tinggal menggunakan ponselnya untuk membayar, periksa laboratorium, periksa rontgens dengan durasi waktu satu jam penyelesaian.

“Adi Husada sudah berusia 91 tahun adalah milik kita semua dan masyarakat. Sebuah rumah sakit tak hanya memiliki gedung tapi juga mutu canggih dan skill terampil. Dokter kita tidak kalah dengan yang ada di luar negeri,” ujar Eddy Listyo mengucapkan terimakasih kepada Soedomo Margonoto sebagai donatur pembangunan ICU RS. Adi Husada.

Eddy Listyo menambahkan jika China Dream adalah satu hati menjadikan Tiongkok nomor satu di dunia, maka E Jiao Dream salah satu perusahaan obat dengan karyawan 6000 orang bertekad satu hati mendunia dan membesarkan perusahaan. Eddy berharap seluruh karyawan Adi Husada merasa satu jiwa memilik dan bertekad untuk  maju bersama.

Adi Husada Dream dengan visi misi yang tidak hanya dikenal di Surabaya, tapi Indonesia dan dunia. Bila orang pergi berobat ke Singapura, Malaysia dan Tiongkok suatu hari mereka datang berobat ke Surabaya harap Eddy Listyo yang dulu sebagai dokter ICU dan mengaku tak sempat tidur karena seringnya pasien kondisi gawat masuk serta harus mendapatkan penanganan serius dan cepat.

Direktur RS. Adi Husada Irawati Marga mengatakan selesainya gedung ICU atas bantuan semua pihak yang memberi perhatian dan dukungan besar. “Semua pasien tak bisa sembuh tanpa perawatan yang cekatan. Kami mohon dukungan semua  pasien yang berjuang antara hidup dan mati, setelah dirawat  bisa kembali sehat dan berkarya kembali,” harapnya. (Avr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.