The news is by your side.

Sedotan, Plastik penyedot adalah pembunuh

47

Sejumlah kedai di Jakarta sudah menggunakan penyedot minuman — sedotan, orang bilang — berbahan singkong. Misalnya Mangia di Jakarta Selatan. Penyedot hitam itu bertuliskan #iamnotplastic, terbikin oleh Avani Eco, Bali.

Begitu kecanduannya orang modern terhadap buluh plastik sehingga teh dan air jeruk hangat di warung pun disertai plastik penyedot. Padahal sampah penyedot menimbulkan masalah lingkungan. Ke laut mereka menumpuk dan mengancam penghuni segara. Lubang hidung penyu, misalnya, bisa tertancapi penyedot.

Maka tanpa mengganti penyedot, beberapa gerai dalam jaringan ayam goreng KFC tahun lalu tak menyediakan penyedot yang tinggal ambil. Pengudap yang butuh penyedot dipersilakan meminta kepada kasir. Hal itu dilakukan untuk membatasi penggunaan penyedot.

Adapun jaringan kedai burger McDonald’s Inggris, menurut The Telegraph akhir Maret lalu, akan mengenyahkan penyedot mulai Mei nanti.

Menurut rekomendasi World Economic Forum 2016, jika tiada upaya serius bisa saja pada 2050 jumlah plastik di laut akan melebihi ikan.

National Geographic, Februari lalu, mengutip Douglas Woodring, pendiri Ocean Recovery Alliance, organisasi lingkungan yang berbasis di Hong Kong, “Sepuluh tahun silam, penyedot tak mudah dijumpai.” Kini, pesan air es di bar pun pasti dapat penyedot.

BERITAGAR

Leave A Reply

Your email address will not be published.