The news is by your side.

Safe Travel, Aplikasi ponsel untuk lindungi WNI di luar negeri

48

Tak ada seorang pun yang berharap bakal mengalami masalah saat bepergian ke luar negeri. Namun, jika hal itu terjadi, pertolongan pertama tentunya diharapkan datang dari perwakilan resmi dari negara asal.

Untuk Warga Negara Indonesia (WNI) pertolongan tersebut tentunya diharapkan datang dari Kedutaan Besar RI (KBRI) maupun Konsulat Jenderal RI (Konjen RI) yang berada di negara yang mereka kunjungi.

Oleh karena itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) terus mencari cara yang mudah dan cepat bagi WNI yang butuh bantuan atau untuk menyebarkan informasi penting kepada mereka.

Sejak 2015, Kemlu telah berinovasi dengan langsung mengirimkan pesan singkat (SMS) kepada WNI yang baru tiba di sebuah negara dan menyalakan ponsel dengan nomor Indonesia. SMS itu berisi alamat KBRI di negara tersebut dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Kini, seiring dengan perkembangan teknologi digital, Kemlu meluncurkan aplikasi Safe Travel yang bisa diunduh oleh ponsel bersistem operasi Android dan iOS.

“Intinya adalah perlindungan WNI. Safe Travel dibuat karena negara ingin hadir untuk melindungi semua WNI. Sekarang negara hadir dalam genggaman,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi, dalam acara The Safe Travel Festival di Central Park Mall, Jakarta (14/4/2018).

“Kita terus berinovasi dalam rangka perlindungan WNI. Safe Travel adalah inovasi terbaru. Ini adalah inovasi perlindungan WNI zaman now.

Keamanan dan kenyamanan WNI saat berada di luar negeri, baik yang sedang melancong maupun bekerja, menjadi visi utama dibuatnya aplikasi yang dirancang dengan konsep aman dan menyenangkan ini.

Dalam aplikasi tersebut, Anda dapat menemukan berbagai informasi yang diperlukan saat berada di luar negeri. Ada informasi dari 180 negara dalam aplikasi ini.

Beberapa informasi yang tercantum adalah kontak perwakilan RI, hukum dan aturan yang berlaku di masing-masing negara, mata uang setempat, pelayanan kesehatan, tempat ibadah, lokasi wisata hingga informasi kuliner setempat.

Selain itu, dalam aplikasi tersebut juga terdapat informasi terkait tingkat keamanan suatu negara yang ditandai dengan indikator warna.

 

Lalu, Safe Travel juga menyediakan satu fitur penting, yakni tombol darurat (panic button) berwarna merah. Dalam keadaan darurat, WNI yang berada di luar negeri dapat menggunakan fitur tombol darurat untuk mengirim foto, merekam video, menghubungi Perwakilan RI terdekat dan mengirim lokasi kejadian.

 

“Masalah perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri merupakan salah satu prioritas politik luar negeri kita. Aplikasi ini untuk terus melindungi WNI pada saat bepergian ke luar negeri, pemerintah dan negara hadir untuk melindungi,” kata menlu Retno, saat peluncurannya di Jakarta, seperti dilansir detikcom.

Retno juga menjamin, saat membutuhkan bantuan, perwakilan Indonesia terdekat akan merespons dengan cepat begitu tombol merah ditekan. Harapannya, aplikasi ini bisa membuat negara seolah dalam genggaman bagi para pelancong di luar negeri.

Aplikasi yang dikembangkan oleh PT Gamatechno Indonesia ini pertama kali diluncurkan dalam versi android (beta) pada Januari 2017, dilatarbelakangi oleh bencana gempa bumi di Nepal pada 2015.

Usai gempa yang menelan ribuan korban itu terjadi, Kemlu sempat kesulitan mendata WNI, baik yang menetap maupun melancong, di negara tersebut.

Seperti dilansir CNN Indonesia, selain meluncurkan aplikasi Safe Travel, guna mengoptimalkan perlindungan terhadap WNI Kemlu juga secara resmi meluncurkan situs www.peduliwni.kemlu.go.id.”

Kalau portal peduli WNI lebih mengedepankan security, sehingga tidak ada mobile version-nya. Sedangkan aplikasi Safe Travel memiliki unsur fun dan bisa diunggah pada handphone berbasis android dan iOs karena menyasar para pelancong Indonesia,” kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal.

Ia menambahkan, situs www.peduliwni.kemlu.go.id yang sudah siap sejak Januari 2018 terintegrasi dengan data Dukcapil, SIMKIM Imigrasi (Kementerian Hukum dan HAM), dan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

BERITAGAR

Leave A Reply

Your email address will not be published.