Ritual Pembakaran Kapal Wangkang Pemangkat Layak Diangkat Sebagai Agenda Pariwisata dan Budaya

0 6

Pemangkat-Harian InHua. Ratusan masyarakat Tionghoa mendatangi Vihara Tri Dharma Bumi Raya, yang terletak di Jalan Gedung Nasional, Pemangkat Kota, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas.

Kehadiran warga guna menyaksikan prosesi pembakaran kapal wangkang, yang akan dilaksanakan pada Kamis malam, 15 Agustus 2019 yang merupakan puncak perayaan Zhong Yuan Jie.

Ketua panitia ritual sembahyang Shiku yang juga Ketua Vihara Tri Dharma Bumi Raya Pemangkat Siet Cin Cung menuturkan, prosesi pembakaran kapal wangkang merupakan akhir dari perayaan ulambhana yang telah dilakukan selama 15 hari oleh warga Tionghoa, khususnya penganut agama Buddha, Tao dan Konghucu.

Disampaikannya, kapal wangkang yang dibuat pada tahun 2019 ini berukuran panjang 42 meter, lebar 2,68 meter, dan tinggi sekitar 4 meter. Ini berarti ada penambahan 5 centimeter dari tahun sebelumnya.

Adapun pembuatan kapal wangkang, disebutkan dia dipercayakan kepada Djap Hon Min dengan durasi waktu pembuatan kurang lebih 1 bulan.

“Di dalam Kapal Wangkang terdapat Kapten Kapal, Nahkoda, Prajurit, dan orang-orangan lainnya seperti Dokter, Perawat, juru masak, pembantu rumah tangga, pemain musik, yang semuanya terbuat dari kertas. Selain itu, juga terdapat beragam sesajian makanan, minuman, pakaian, sepatu, perabot rumah tangga, obat-obatan, uang uangan arwah, hio, lilin, kertas emas, kertas perak, kertas 5 warna.  Di buritan kapal juga dibuatkan miniatur Kelenteng dan atribut sembahyang lainnya, yang kesemuanya dibuat seperti layaknya kapal asli. Semua barang barang tiruan tersebut akan diangkut ke pantai Sin Nam Pemangkat untuk diperabukan,” kata Siet Cin Cung.

Sebelum kapal dibakar, pihaknya terlebih dahulu mengadakan ritual dan doa pemberkatan. Setelah berdoa, sesaji seperti bahan makanan pokok dan buah-buahan yang terhampar di tikar, segera diperebutkan oleh masyarakat. Ritual ini dikenal oleh masyarakat Tionghoa dengan sebutan Jie Lan Shin Fui atau sembahyang rebut.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak, sehingga prosesi pembakaran kapal wangkang dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar sebagaimana yang diharapkan.

“Ritual sembahyang rebut yang diakhiri dengan prosesi pembakaran kapal wangkang ini, dapat terlaksana karena dukungan semua pihak. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras untuk melaksanakan kegiatan ini. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Pemerintah Kecamatan Pemangkat, dan unsur Forkopincam Pemangkat, para donatur serta seluruh elemen masyarakat, yang telah mendukung penuh terlaksananya kegiatan ini,” ujarnya.

Ia mengharapkan, melalui prosesi pembakaran kapal wangkang ini, bisa mengantarkan arwah-arwah untuk  dikembalikan ke tempat yang semestinya serta mendatangkan berkah keselamatan, kedamaian, ketenteraman, ketenangan bagi seluruh komponen masyarakat Kecamatan Pemangkat.

Ia juga berharap, momentum pembakaran kapal wangkang akan semakin menggairahkan potensi wisata dan budaya yang ada di Kecamatan Pemangkat, sehingga kedepan, semakin banyak dikunjungi wisatawan.

Camat Pemangkat Slamet Riadi mengapresiasi panitia ritual sembahyang rebut, yang telah ikut berperan dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pariwisata dan budaya.

Disebutkan Slamet Riadi, prosesi pembakaran kapal wangkang, sudah tidak lagi menjadi milik masyarakat Tionghoa melainkan milik elemen masyarakat, terlebih even ini telah ditetapkannya sebagai agenda tetap pariwisata dan budaya Kabupaten Sambas. Untuk itu, pihaknya menghimbau dukungan penuh seluruh masyarakat, terutama dinas atau instansi terkait, pelaku seni dan seluruh stakeholder.

“Pemangkat layak dijadikan sebagai daerah tujuan wisata, tidak hanya di Kabuapten Sambas, tapi juga Propinsi Kalbar. Untuk itu, kita dari Pemerintah Kecamatan mendukung penuh ritual pembakaran kapal wangkang ini, karena jika dikemas dengan baik, bisa dijadikan sebagai salah satu agenda wisata yang memiliki nilai jual, sehingga bisa mendatangkan keuntungan ekonomi bagi masyarakat,” kata Slamet Riadi.

Disampaikannya, keanekaragaman dan keunggulan destinasi wisata dan budaya yang ada di Kecamatan Pemangkat, saat ini masih banyak yang belum mengetahuinya. Untuk itu dibutuhkan dukungan dan kerjasama dari seluruh komponen masyarakat untuk mempromosikannya, khususnya para pengurus Vihara Tridharma Bumi Raya Pemangkat. (Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.