Rasa Bhineka Tunggal Ika dalam Perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 Digelar Persekutuan Doa Oikumene Kasih Dihadiri Tujuh Lintas Iman

0 28

Ratusan umat Nasrani yang tergabung dalam Persekutuan Doa Oikumene Kasih menyelenggarakan ‘Perayaan Natal 2018 dan TahunBaru 2019 di Ballroom Dyandra Convention Center Surabaya. Menariknya acara dihadiri para tokoh agama dan elemen masyarakat yang berbeda suku dan agama.

Debora Helmi pimpinan Persekutuan Doa Oikumene Kasih mengaku sangat bahagia dapat menggelar parayaan Natal yangdihadiri para tokoh agama dan kepercayaan. “Ada tujuh lintas iman yang hadir yakni Islam, Hindu, Buddha dan kepercayaan lainnya. Kami bukan hanya beragamadan beribadah, tapi juga bisa menjadi berkat buat negara, karena kami tinggal di Indonesia,” tandasnya.

Tokoh agama yang hadir diantaranya; Pendeta Soetjipto Angga (Kristen), Agatha Retnosari (Katolik), Gus Aan Anshori (Islam), Pandita Amri (Buddha), Liem Tiong Yang (Kong Hu Chu), Naen, Otto dan Dia Jenny mewakili aliran kepercayaan. Hadir pula Puti Guntur Soekarno, Permadi Arya, Kartika Hidayat Wakil Bupati Lamongan, Gusdurian, FKUB, RJM, GEMA, dan Banser. Sejumlah artis ibukota turut menyemarakkan acara diantaranya; Grace Simon, Andre Hehanusa, dan Lita Zein.

Aan Anshori Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi menyampaikan cara beragama yang sehat dengan menghormati dan ikut bersuka cita manakala pemeluk agama lain bergembira. “Spirit Natal yang berwarna warni meneguhkan komitmen kebhinekaan antar agama dan kepercayaan,” pungkasnya.

Masih penjelasan Aan Anshori, masa depan Indonesia ditunjukkan dengan keberagaman bukan penyeragaman yang justru menyengsarakan bangsa. Aan Anhsori juga tergabung dalam komunitas Gusdurian atau pengagum dan penerus perjuangan Gus Dur. Kelompok Gusdurian ketiga kalinya terlibat dalam kegiatan perayaan Natal Lintas Agama.

“Teman Gusdurian turut menghormati dan memberikan pesan damai tentang Natal,” imbuhnya.

Ia menegaskan keterlibatannya pada perayaan Natal Lintas Agama untuk mengabarkan kepada masyarakat umum bahwa perbedaan keyakinan tak menghalangi seseorang untuk  bergembira dan merayakan perbedaan. Pesan Pancasila dan kebhinekaan selaras dengan  keislaman.

“Semakin Islam, semakin peduli dengan agama lain, melindungi dan menghargai identitas masing-masing,” paparnya.

Perayaan Natal di Gedung Dyandra berlangsung semarak, selain memanjatkan doa untuk bangsa dan negara juga diisi dengan beberapa acara hiburan. Aparat keamanan TNI/Polri dan Banser Surabaya turut menjaga keamanan selama acara berlangsung.

Debora Helmi mengaku lega acara berjalanlancar dan mengharapkan meskipun persekutuannya hanya sebagaian kecil dari kalangan masyarakat, namun justru dari minoritas bisa menjadi berkat bagi negara Indonesia. Permadi Arya menambahkan semua agama mengajarkan soal nasionalisme. (AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.