The news is by your side.

Program Permakanan Pemerintah Kota Hanya Ada di Surabaya

Tembus 260.636 Jiwa Penerima

0 12

Tahukah bila Pemkot Surabaya memiliki berbagai program khusus untuk mensejahterakan warga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Salah satunya adalah program permakanan untuk lansia, anak yatim dan penyandang disabilitas. Setiap harinya mereka mendapat bantuan makanan yang dikirim langsung ke masing-masing rumah.

Awal mula program permakanan ketika jajaran Pemkot Surabaya menemukan orang terlantar dengan kondisi kelaparan dan meninggal yang ternyata bukan warga Surabaya. Walikota Surabaya Tri Rismaharini merasa iba kemudian memunculkan ide program permakanan.

Risma menegaskan tidak ingin warganya meninggal karena kelaparan, sehingga program permakanan diberlakukan untuk lansia berusia 56 tahun ke atas yang tinggal sendiri menjadi prioritas utama. Pemkot Surabaya sebetulnya telah memiliki Griya Werdha, namun banyak lansia memilih tinggal di rumah sendiri. Kemudian ditambahkan program permakanan untuk anak yatim dan difabel.

Data Penerima Manfaat Permakanan 2018 berjumlah 29.249 orang dengan rincian 17.53 penerima lansia miskin, 5.712 penerima makanan anak  yatim piatu usia di bawah 18 tahun dan 6.000 penyandang difabel.

Para petugas yang memasak makanan merupakan warga RT/ RW setempat. Mereka adalah kader, pekerja sosial, atau warga miskin di wilayahnya. Hasil memasak permakanan, ekonomi warga pun terbantukan. “Petugas memasak juga warga miskin yang biasanya memasak dan dari hasil memasak ekonominya terbantu. Dia berkirim surat mengucapkan terimakasih,” cerita Risma.

Seiring berjalannya waktu, program permakanan ditambah katagori penerima. Sebanyak 260.636 orang menerima program permakanan tambahan yang diberikan sebulan empat kali. Dengan rincian yakni; lansia miskin 57.311 penerima, balita 164.000, siswa PAUD 33.737, balita kekurangan gizi 280 anak, ibu hamil/menyusui 1.020, pasien kanker 825, pasien TBC 2.300, penderita HIV/AIDS 150, pasien lepra/kusta 80, petugas fogging 128, siswa PAUD 30.100 (makanan bergizi), dan terakhir pos PUD (PPT) sebanyak 1.397 orang.

“Makanan tambahan bergizi diberikan sebulan empat kali, juga untuk orang sakit diberi tambahan vitamin supaya cepat sembuh,” tutur walikota yang banyak meraih penghargaan internasional.

Risma juga menginformasikan bahwa sebulan sekali para dokter melakukan pemeriksaan ke rumah para penderita TBC dan HIV/AIDS. Sedangkan layananan pemeriksaan kesehatan umum gratis untuk lansia, Pemkot Surabaya mendirikan posyandu lansia yang ditangani para dokter serta pemberian makanan tambahan bergizi.  Program porsyandu balita dan remaja juga didirikan Pemkot Surabaya sebagai intervensi mensejahterakan warga miskin.

“Program ini di seluruh Indonesia baru di Surabaya,” ungkap Risma.

Sementara itu aksi pemerintah peduli warga miskin juga diikuti orang-orang muda bernama Garda Pangan. Para starup ini mulai bekerja setiap jam 5 sore dengan mengambil kelebihan makanan di bakery dan restoran mitra mereka. Seluruh makanan disalurkan kepada 110 penerima seperti panti asuhan, kampung pra sjahtera, rusun dan pesantren di Surabaya. Starup Garda Pangan diprakarsai Dedhy Trunoyudho, Indah Audivtia, dan Eva Bachtiar. Berdiri sejak Juni 2017 memiliki 200 relawan lepas harian dan 30 relawan tetap yang bergerak di bidang food banking.

Starup Garda Pangan berharap memberi kebahagiaan dan kontribusi positif di lingkungan masyarakat dan semakin banyak starup yang mampu menangani berbagai masalah sosial di tanah air. (AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.