Prajurit Batalyon 641 Raider Mengikuti Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

0 5

Singkawang-Harian InHua
HIV/AIDS dikenali untuk dihindari. Jauhi penyakitnya bukan orangnya. Demikian disampaikan Kolonel CKM (K) dr. Heni Lolita Tampubolon, saat memberikan materi pembekali kepada ratusan Prajurit Batalyon 641 Raider Singkawang, yang dilangsungkan di aula pertemuan Yonif Raider 641 Beruang Hitam, Jalan Raya Sanggau Kulor, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang, Selasa 20 Agustus 2019.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Pusat Kesehatan TNI ini dimaksudkan untuk mendidik prajurit-prajurit TNI, sebagai calon-calon penggerak dalam rangka penanggulangan HIV/AIDS dimanapun mereka berada dan bertugas.
Tim Puskes TNI yang dipimpin oleh Kolonel CKM (K) dr. Heni Lolita Tampubolon, didampingi Penanggung jawab Puskes TNI, Kapten CKM (K) Devita, Komandan Batalyon 641 Raider Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono, B.S, NITM.
Beberapa materi yang diberikan dalam pembekalan itu, antara lain uji pengetahuan dan cara penanggulanan HIV/AIDS, Infeksi Menular Seksual, Organ Reproduksi, Non Stigma, Non Diskriminasi Gender, serta Prilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Ketua tim Puskes TNI, Kolonel CKM (K) dr. Heni Lolita Tampubolon mengatakan, di dalam kehidupan keseharian seorang Prajurit TNI juga tidak terlepas dari resiko penularan HIV/AIDS. Untuk itu, para Prajurit juga perlu memiliki pengetahuan terhadap HIV/AIDS dan upaya-upaya pencegahannya.
“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit HIV/AIDS di kalangan TNI, serta sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit berbahaya ini, dengan harapan mereka dapat terlindung, selama melaksanakan tugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan di wilayah perbatasan RI-Malaysia,” kata Kolonel CKM (K) dr. Heni Lolita Tampubolon.
Dalam kesempatan itu, dijelaskan kepada seluruh peserta bahwa penyakit HIV/ AIDS menyerang kekebalan tubuh, sehingga seseorang yang terinfeksi penyakit tersebut, akan mengalami kelemahan dan kelemasan tubuh secara berkepanjangan. 

Disampaikannya, bahwa HIV adalah kependekan dari Human Immunodefinciency Virus yaitu virus penyebab AIDS. HIV menyerang dan menghancurkan sistem kekebalan tubuh.
Sedangkan AIDS adalah kependekan dari Acquired Immune Deficinchy Syndrome, yaitu sekumpulan gejala penyakit akibat menurunnya kekebalan tubuh.

“HIV menyerang tubuh melalui sel CD4 yang merupakan bagian dari sel darah putih. Setelah virus HIV masuk ke dalam tubuh, maka Sel CD4 akan kehilangan kekuatan untuk melawannya, sehingga tubuh tidak memiliki perlindungan, yang pada akhirnya tubuh menjadi lemah, sehingga semua penyakit dengan mudah menyerang,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, penularan HIV melalui darah, cairan sperma, cairan vagina, dan air susu ibu.
“HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk, bersalaman, ciuman, menggunakan peralatan makan bersama, maupun tinggal serumah, dan menggunakan toilet yang sama,” jelasnya.
Menurut Heni Lolita Tampubolon, upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran HIV/AIDS tidak hanya menjadi tugas Pusat Kesehatan saja, tetapi juga menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama Prajurit TNI secara keseluruhan. 

”Keberadaan dan partisipasi aktif para Prajurit TNI, harus benar-benar terlihat nyata, baik dalam pencegahan terhadap penyebaran penyakit tersebut maupun perlakuan terhadap Prajurit dan keluarganya yang bisa saja terjangkit HIV/AIDS. Untuk itu, kami meminta kepada seluruh peserta untuk mengikuti dengan serius, dan sungguh-sungguh agar dapat menyimak semua materi yang diberikan. Tanyakan dengan sejelas-jelasnya, agar benar-benar paham, sehigga dapat dijadikan bekal untuk mendukung pelaksanaan pembinaan di kesatuan masing-masing,” tukasnya.
Komandan Batalyon 641 Raider Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik dan sangat berterima kasih kepada Kolonel CKM (K) dr. Heni Lolita Tampubolon bersama Tim Pusat Kesehatan TNI yang sudah datang ke Markas Batalyon 641 Raider melakukan penyuluhan kepada pihaknya dan seluruh personil Batalyon 641.

“Kita menyambut baik sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS bagi Prajurit Batalyon 641 Raider. Dengan mengikuti penyuluhan ini, kita mengharapkan Prajurit TNI dapat meningkatkan pengetahuan akan kesadaran tentang bahaya HIV/AIDS, sehingga mereka dapat memberikan pengabdian terbaik selama menjalankan tugas sebagai Satgas Pamtas di Perbatasan RI-Malaysia,” kata Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono.
Ia menyebutkan, total ada sekitar 406 Prajurit Yonif 641 Singkawang yang mengikuti pembekalan dari Puskes TNI. Sementara Prajurit TNI Batalyon 641 Raider yang akan menjalani tugas sebagai Satgas Pamtas di wilayah perbatasan RI-Malaysia, keseluruhannya berjumlah 450 personil. (Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.