Perkumpulan Masyarakat Pasar Gunung Menggelar Prosesi Pembakaran Kapal Wangkang

0 9

Pasar Gunung, Sei Pangkalan-Harian InHua. Ratusan Masyarakat Tionghoa Pasar Gunung dan Sei Pangkalan, Kecamatan Sei Raya, Kabupaten Bengkayang mendatangi pesisir pantai Sei Pangkalan menyaksikan ritual pembakaran kapal Wangkang.

Prosesi pembakaran kapal Wangkang berukuran panjang 10 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 4 meter yang dilaksanakan Kamis sore, 15 Agustus 2019 ini merupakan rangkaian acara penutup dari perayaan Zhong Yuan Jie (Sembahyang Shiku) yang telah dilaksanakan selama 15 hari, bulan ke 7 penanggalan kalender Imlek.

Sebelum dimulai pembakaran, terlebih dahulu dilaksanakan ritual sembahyang rebut yang dilaksanakan di halaman Kelenteng Fuk Tet Chi, Dusun Pasar Gunung, Sei Pangkalan yang diikuti ratusan warga.

Ketua Perkumpulan Masyarakat Pasar Gunung Cen Ji Lung yang juga Ketua pengurus Kelenteng Fuk Tet Chi Pasar Gunung menyampaikan, prosesi Pembakaran Kapal Wangkang merupakan kegiatan pertama kali yang tidak hanya dihadiri dan disaksikan Masyarakat Tionghoa Pasar Gunung dan Sei Pangkalan, tetapi juga dihadiri masyarakat luar daerah, seperti Kota Singkawang, Kabupaten Mempawah, dan Kota Pontianak.

Bahkan ada diantara tamu yang hadir berasal dari Komunitas Hakka Taiwan yang terlihat begitu antusias menyaksikan seluruh rangkaian ritual pembakaran, mulai dari awal hingga selesai pembakaran.

“Tentunya kita sangat bersyukur prosesi Pembakaran Kapal Wangkang yang untuk kali pertama kami laksanakan ini, berlangsung dengan aman, sukses, tertib, dan lancar. Untuk itu, saya atas nama masyarakat Pasar Gunung Sei Pangkalan, panitia dan pengurus Kelenteng Fuk Tet Chi mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh komponen Masyarakat, para donatur, dan pengurus Perkumpulan Masyarakat Pasar Gunung yang telah memberikan dukungan serta partisipasi atas terselenggaranya ritual Pembakaran kapal Wangkang,” kata Cen Ji Lung.

Ia mengatakan, tujuan dilaksanakannya prosesi Pembakaran Kapal Wangkang adalah mengantarkan dan menyeberangkan arwah alam akhirat yang menderita menuju alam bahagia. Sedangkan pelaksanaan sembahyang rampas adalah memberikan persembahan dana makanan kepada para arwah yang tidak diurus dan disembahyangi oleh sanak keluarganya.

“Prosesi sembahyang shiku ini, merupakan salah satu tradisi turun temurun yang hingga kini masih terus dipertahankan oleh Masyarakat Tionghoa Pasar Gunung. Kami mempercayai, bahwa pada moment sembahyang shiku ini, pintu akherat terbuka lebar, sehingga roh-roh yang tidak disembahyangi oleh keluarganya, akan turun ke dunia untuk diberikan pemberkahan. Nah, pada moment seperti ini, kami menyiapkan ritual khusus untuk diberikan kepada arwah yang terlantar tersebut, agar turut merasakan bahagia. Dengan dilaksanakannya prosesi sembahyang shiku ini, berarti mencerminkan sikap saling memperhatikan, saling membantu dan saling mengasihi sesama makhluk ciptaan Tuhan. Adapun prosesi Pembakaran Kapal Wangkang, selain untuk mengantarkan arwah menyeberangi pantai bahagia, juga bertujuan memupuk tali persaudaraan sekaligus mendukung program pariwisata dan budaya Kabupaten Bengkayang,” ungkap Cen Ji Lung.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Tridharma Nusantara Kota Singkawang Liu Wei Lim memaparkan, pihaknya sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian moment sembahyang shiku yang dirangkai dengan pembakaran kapal wangkang.

Menurut Liu Wei Lim, jika kegiatan prosesi Pembakaran Kapal Wangkang bisa dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya, akan memberikan dampak yang sangat positif terhadap pengembangan program pariwisata dan budaya Kabupaten Bengkayang.

“Saya memberikan apresiasi kepada Perkumpulan Masyarakat Pasar Gunung yang telah menyelenggarakan prosesi Pembakaran kapal Wangkang untuk pertama kalinya. Saya melihat, antusiasme masyarakat cukup besar untuk menyaksikan dan menyukseskan ritual ini. Saya percaya, jika ritual ini dapat dikemas lebih baik, tentu akan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Bengkayang yang pada akhirnya akan membawa dampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat Kecamatan Sei Raya, khususnya Pasar Gunung Sei Pangkalan,” ujar Liu Wei Lin.

Usai pelaksanaan sembahyang dan pemanjatan doa oleh Pendeta bersama panitia, Ketua Perkumpualan Masyarakat Pasar Gunung Cen Ji Lung, menaiki kabin Kapal Wangkang dan melakukan penarikan jangkar kapal.

Tidak lama kemudian, ia pun turun dan menyulutkan api ke bagian lambung Kapal Wangkang yang telah dipersiapkan puluhan kantong plastik transparan berisi kertas sembahyang perak dan emas.

Sejurus kemudian, api pun mulai berkobar. Karena tiupan angin yang agak kencang, api dari kapal tersebut melebar menuju ke arah pengunjung. Mobil pemadam kebakaran dari BPKS Widya Bhakti Kota Singkawang segera menyemprotkan air ke arah Kapal Wangkang yang berkobar-kobar.

Tidak sampai setengah jam kemudian, seluruh bagian Kapal Wangkang ludes terbakar. Adapun tiang kapal Wangkang terlihat jatuh dan menunjuk arah Selatan.

Dengan berakhirnya prosesi Pembakaran Kapal Wangkang, maka berakhir jugalah seluruh rangkaian kegiatan perayaan Zhong Yuan Jie di Pasar Gunung, Sei Pangkalan, Kecamatan Sei Raya, Kabuapten Bengkayang. (Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.