Perayaan Imlek 2570 Menjadi Ajang Toleransi Hingga Pesta Budaya Warga Jatim

0 12

Awalnya Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi adalah perayaan yang berkaitan dengan pergantian musim dingin ke musim semi yang dihitung sebagai musim pertama dari 4 musim yang ada. Berdasarkan penanggalan Imlek, hari pertama mulainya musim semi merupakan hari pertama penanggalan tahunan.

Selanjutnya Imlek menjadi perayaan penting bagi warga Tionghoa yang pada tahun ini adalah tahun Babi Tanah jatuh pada 5 Februari 2019. Berbagai persiapan menjelang Imlek dilakukan warga Tionghoa. Media sosial pun turut dibanjiri postingan warga net mulai dari kuliner, asesoris, baju, dan sebagainya yang berkaitan dengan perayaan Imlek.

Warga Tionghoa seluruh dunia merayakan Imlek, tak ketinggalan masyarakat Tionghoa di Jatim. Berbagai kegiatan pun diselenggarakan seperti aksi sosial, bersih-bersih tempat ibadah, menggelar pertunjukkan budaya di pusat perbelanjaan dan sebagainya. 

Dalam perayaan Imlek 2570, sikap toleransi ditunjukkan Komunitas Gusdurian dengan mendatangi Kelenteng Tjoe Tiek Kiong Pasuruan. Menjadi kebiasaan bagi umat Khonghucu membersihkan altar suci di Kelenteng Tjoe Tiek Kiong. Menariknya Komunitas Gusdurian Pasuruan turut berbaur membantu membersihkan di ruang persembahyangan bersama para pengurus.

Makhfud Syawaludin dari Gusdurian Pasuruan mengatakan pentingnya menjalin silaturrahmi dan saling mengenal serta memahami lebih dekat. “Jika sudah mengenal, maka bisa belajar memahami dan membantu apabila dibutuhkan, serta menjaga satu sama lainnya. Gus Dur mengatakan semakin tinggi ilmu seseorang, maka akan semakin besar rasa toleransinya,” tuturnya.

Yudhi Darma Santoso, Guru Khonghucu di kelenteng yang berlokasi di Kelurahan Trajeng Kecamatan Panggungrejo Pasuruan membenarkan Makhfud Syawaludin, walau berbeda kepercayaan tidak menjadi perbedaan yang terpenting menjunjung tinggi toleransi. Yudhi lantas menginformasikan perayaan sakral dilaksanakan menjelang malam Tahun Baru Imlek di Tjoe Tiek Kiong. 

Sedangkan hiburan kesenian diadakan pada saat Cap Go Meh yaitu 15 hari pasca Tahun Baru Imlek. Tepatnya pada 19 Februari mendatang, kesenian barongsai digelar di Kelenteng Tjoe Tiek Kiong Pasuruan, Yudhi mempersilahkan masyarakat datang menyaksikan kemeriahan atraksi tersebut.

Pesta budaya Tionghoa juga digelar di hampir semua pusat perbelanjaan di Surabaya dengan meriahnya. Seperti pentas seni pelajar sekolah dasar, pertunjukkan seni mengubah wajah, membuat kerajinan kertas, sufak, talk show hingga aneka suguhan kuliner kuno Tiongkok. Pasar Pecinan dan Imlek Carnival pun digelar hingga menarik minat masyarakat untuk datang.

“Kami sengaja tidak merayakan Imlek ke luar kota. Di Surabaya saja sudah banyak pertunjukkan budaya Tionghoa yang diadakan pengelola pusat perbelanjaan,” tutur Darwin yang tahun lalu merayakan Imlek di Solo bersama keluarganya. Darwin mengatakan di beberapa kota yang dilihatnya mengusung tema Imlek dikemas dengan budaya lokal. Imlek menjadi ajang berkumpul sanak saudara handai taulan dan teman, tapi juga menjadi pemersatu saling toleransi.


Leave A Reply

Your email address will not be published.