Perayaan Cap Go Meh 2019 Pemangkat Berlangsung Lebih Baik dan Spektakuler

0 31

Pemangkat-Harian InHua

Puncak perayaan Festival Cap Go Meh di Kota Pemangkat, Kabupaten Sambas, Rabu, 20 Februari 2019 berlangsung sangat meriah. Ribuan warga Pemangkat dan sekitarnya tumpah ruah memadati Jalan Mohammad Hambal dan beberapa ruas Jalan protokol untuk menyaksikan atraksi Tatung yang dihadirkan panitia Tridharma dan Makin Pemangkat.

Hadir dalam perayaan Cap Go Meh Pemangkat, Kapolres Sambas, AKBP Permadi Syahids Putra, Dandim 1202 Singkawang Letkol Inf. Abdul Rahman, Kapolsek Pemangkat Kompol Bagio, Wakapolsek Pemangkat Iptu. Gatot Sukoco, Camat Pemangkat Rahmat Agustian, anggota DPRD yang juga Ketua MABT Sambas Bruno Tjong Tji Hok, Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang Sumberanto Tjitra, Ketua Harian Panitia Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dan Festival Cap Go Meh 2019 Kota Singkawang Leonardi Tjhai dan mantan Walikota Singkawang Hasan Karman.

Acara dimulai pukul 09.00 Wib, diisi oleh penampilan drumband yang dibawakan siswa-siswi SMA Amkur Pemangkat, yang terlebih dahulu memberikan stick mayoret kepada Kapolres Sambas, sebagai tanda dimulainya pawai Tatung.

Ketua panitia perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dan Festival Cap Go Meh 2019, Kota Pemangkat, Siet Cin Cung alias Atong mengatakan puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Pemangkat selalu dirayakan dengan meriah setiap tahun, dengan arak-arakan Tatung, Naga dan Barongsai serta berbagai ragam atraksi budaya lainnya.

Disampaikannya, perayaan Cap Go Meh selalu dilakukan pada hari ke-16 usai Tahun Baru Imlek yang menandai berakhirnya masa Imlek.

Selain menghadirkan atraksi 105 Tatung bertandu dan 70 tatung pejalan kaki, juga diramaikan oleh tampilnya sejumlah atraksi Naga dan Barongsai serta penampilan drumband SMA Amkur Pemangkat.

“Saya atas nama Ketua panitia perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dan festival Cap Go Meh 2019 Kecamatan Pemangkat menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan panitia, pengurus Vihara Tridharma, segenap donator, dan para Tatung baik dari Pemangkat dan sekitarnya maupun dari Kota Singkawang yang telah memberikan dukungan dan partisipasi, sehingga secara keseluruhan kegiatan Festival Cap Go Meh yang ditandai dengan pawai karnal Tatung, Naga, dan Barongsai ini dapat berjalan dengan aman, tertib, sukses dan lancar. Kami ingin berbagi kebahagian dan kemeriahan bersama masyarakat Kota pemangkat dan Kabupaten Sambas, tanpa ada perbedaan suku, agama maupun ras, semoga dengan dihadirkannya atraksi Tatung ini, seluruh masyarakat Pemangkat dapat terhibur,” ungkapnya.

Dikatakannya, perayaan Cap Go Meh Kota Pemangkat di tahun 2019, lebih baik dibanding tahun sebelunya. Hal ini karena, pihaknya atas nama panitia Tridharma Pemangkat, memberikan bantuan santunan dana sebesar Rp 1 juta kepada setiap Tatung yang membawa tandu serta undian berhadiah sebesar Rp 85 juta kepada 3 peserta Tatung yang beruntung.

Bantuan santunan dana serta undian berhadiah, disebutkan Siet Cin Cung hanya diberikan kepada peserta Tatung yang mendaftar di altar panitia Tridharma Kota Pemangkat.

“Selain memberikan bantuan santunan kepada Tatung, kami juga melakukan kegiatan bakti sosial, berupa pembagian 500 paket sembako Imlek, kepada warga prasejahtera di Kecamatan Pemangkat serta memberikan santunan kepada anak-anak Panti Asuhan Eben Haezer Desa Sebetung, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas,” kata Siet Cin Cung. 

“Saya sangat bangga dan senang, karena setiap tahun perayaan Cap Go Meh di Kecamatan Pemangkat, selalu berjalan dengan sukses, aman, sangat meriah, dan selalu ada peningkatan jumlah peserta Tatung setiap tahunnya. Ada keistimewaan dari perayaan Cap Go Meh di Kecamatan Pemangkat yaitu mampu mempersatukan semua elemen masyarakat yang multi etnis. Hal ini karena, Cap Go Meh bukan hanya bersifat keagamaan semata, tapi telah menjadi akulturasi budaya Tionghoa dan kebudayaan setempat serta menjadi moment untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan,” ungkapnya.

Kapolres Sambas, AKBP Permadi Syahids Putra, mengatakan dirinya sangat mengapresisasi perayaan Cap Go Meh di Kecamatan Pemangkat yang berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, tidak ada pertentangan antar masyarakat maupun antar pemeluk agama. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Kecamatan Pemangkat sangat menjunjung tinggi kerukunan, keharmonisan dan selalu mengedepankan nilai-nilai toleransi antar sesama. 

Menurutnya, Cap Go Meh sebagai bentuk pemersatu bangsa dan mempererat silaturahim antar pemeluk agama yang perlu untuk terus dijaga, dipertahankan, dan dilestarikan.

Ia menyampaikan pesan akan pentingnya kebersamaan, kebangsaan dan kebhinekaan. Menurutnya, event Budaya Cap Go Meh di Kota Pemangkat bukan hanya diikuti warga Tionghoa namun juga melibatkan etnis lainnya, dalam rangka merajut persatuan dan kebersamaan serta semangat kebhinekaan.

“Melalui perayaan Cap Go Meh ini, saya menilai kebersamaan antar etnis dan budaya sudah menyatu dalam masyarakat Kabupaten Sambas, khususnya di Pemangkat ini. Sejarah kemerdekaan juga membuktikan, kemerdekaan diperjuangkan bersama-sama tanpa melihat suku, agama dan latar belakang budaya. Jangan lupa, bahwa kebhinekaan merupakan identitas jati diri bangsa kita,” kata Permadi Syahids Putra.

Selain itu, dirinya juga memberikan penilaian puncak perayaan Cap Go Meh di Kecamatan pemangkat, baik yang dijalankan oleh panitia Tridharma maupun panitia Makin memberikan makna pentingnya kerukunan antar umat beragama serta suguhan atraksi Tatung yang sangat menghibur. Hal tersebut, terlihat dari tingginya animo masyarakat yang menyaksikan atraksi tatung sepanjang rute yang ditetapkan oleh panitia. (Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.