Penelitian Israel: Limfosit Dapat Mendeteksi Sel yang “Sakit”

0 6

Peneliti Israel telah berhasil mereplikasi dalam kondisi laboratorium interaksi antara limfosit dan sel “sakit”, seperti yang dilaporkan Kamis oleh Universitas Ben-Gurion selatan.

Tim telah mampu mengukur mekanisme limfosit yang membedakan antara sel yang sakit dan yang sehat.

Para peneliti menunjukkan bahwa dengan memperkenalkan limfosit ke laboratorium yang dibuat secara artifisial “sel target” dalam bentuk susunan kawat nano yang padat, mereka mampu mengamati reaksi mekanis dan kimia limfosit terhadap sel.

Para peneliti mengembangkan metode kimia yang unik untuk melapisi kawat nano dengan molekul antigen – penanda khusus pada permukaan sel yang sakit – sehingga membuat kulit sel buatan secara kimiawi identik dengan sel yang sakit nyata.

Tim memperkenalkan limfosit ke sel buatan dan menemukan bahwa limfosit menyambar kawat nano dan membengkokkannya ke tengah sel.

Anehnya, setelah menekuk kawat nano, sel-sel mengeluarkan sejumlah besar bahan beracun yang mereka gunakan untuk membunuh sel-sel virus dan tumor dalam tubuh manusia.

Selain itu, ditemukan bahwa gaya yang diterapkan oleh limfosit pada sel target sangat kecil, diskalakan dalam satuan piconewton (satu per satu dari Newton).

Penemuan ini merupakan langkah penting untuk penelitian imunoterapi, yang telah menjadi fokus penelitian pengobatan kanker dalam beberapa tahun terakhir.

Leave A Reply

Your email address will not be published.