The news is by your side.

Peneliti: Limbah Polusi Plastik Sudah Mulai Memasuki Tubuh Manusia

12

Tubuh manusia semakin terkontaminasi dengan plastik setelah penelitian oleh Universitas Kedokteran Wina melakukan penelitian terhadap asupan makanan manusia.

Sumber yang mungkin untuk kontaminasi bisa dari mengkonsumsi ikan yang sudah menyerap mikroplastik, atau minum air kemasan.

Sebelumnya, plastik telah ditemukan dalam berbagai item yang beragam seperti madu, pupuk organik, bir dan debu rumah tangga. Implikasi kesehatan belum jelas, tetapi surat kabar Daily Mail melaporkan bahwa bahan kimia yang digunakan dalam produksi plastik sebelumnya telah ditemukan mempengaruhi perkembangan organ seksual pada ikan dan hewan.

“Ini menegaskan apa yang telah lama kita duga – bahwa plastik pada akhirnya mencapai usus manusia,” kata ketua peneliti Philipp Schwabl.

“Yang menjadi perhatian khusus adalah apa artinya ini bagi kita, dan terutama pasien dengan penyakit saluran cerna. Partikel mikroplastik terkecil mampu memasuki aliran darah dan sistem limfatik dan bahkan dapat mencapai hati.

“Sekarang kita memiliki bukti pertama untuk mikroplastik di dalam manusia, kita perlu penelitian lebih lanjut untuk memahami apa artinya ini bagi kesehatan manusia.”

Peserta dalam survei menyimpan buku harian makanan selama seminggu. Pada akhirnya semua sampel usus mereka terbukti positif hingga sembilan varietas mikroplastik. Yang paling umum adalah yang ditemukan dalam kemasan makanan dan minuman.

Schwabl mengatakan tampaknya peningkatan pencemaran plastik merupakan produk yang hampir tak terelakkan dari cara masyarakat berkativitas. Ia menambahkan, “sangat mungkin bahwa jumlah kontaminasi plastik dapat meningkat lebih lanjut jika umat manusia tidak mengubah situasi saat ini.”

Mike Childs, kepala kebijakan di kelompok kampanye lingkungan Friends of the Earth mengatakan penelitian itu merupakan pengembangan baru yang mengkhawatirkan dari masalah yang ada.

“Ini semakin mengganggu bukti bagaimana plastik meresap berada di lingkungan kita,” katanya.

“Sekarang tampaknya mustahil bagi orang untuk menghindari menelan atau bernapas dalam polusi plastik, … kita belum tahu apa efeknya terhadap kesehatan manusia.”

Kelompok ekologi terkemuka lainnya, Greenpeace, menyebut temuan itu “mengejutkan”.

“Masalah plastik global benar-benar di luar kendali,” kata juru kampanye Greenpeace senior Louise Edge kepada Daily Mail.

“Kami membutuhkan tindakan segera dari pemerintah untuk secara besar-besaran mengurangi penggunaan plastik dan memastikan setiap yang kami gunakan, yang harus penting, ditangkap dan didaur ulang dengan benar.”

Angka-angka menunjukkan bahwa di Inggris 4,7 miliar sedotan plastik, 316 juta pengaduk plastik dan 1,8 miliar tangkai kapas bertangkai plastik digunakan setiap tahun. Dan sekitar 10 persen cotton bud disiram ke toilet dan bisa berakhir di perairan dan lautan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.