Pemerintah Resmi Akhiri Identifikasi Korban Kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610

0 12

Pemerintah telah menghentikan identifikasi mayat-mayat yang ditemukan di atas pesawat Lion Air yang jatuh di Indonesia bagian barat akhir bulan lalu, tetapi dana asuransi yang dijanjikan akan dikirimkan ke keluarga semua korban.

Hingga Jumat, unit Identifikasi Korban Bencana Polisi Indonesia (DVI) berhasil mengidentifikasi 125 orang dari total 189 penumpang dan awak pesawat di pesawat Boeing 737 Max-8 yang jatuh di perairan Jawa Barat pada 29 Oktober.

“Sampai sekarang kami telah menerima 195 kantong dan mengidentifikasi 666 bagian tubuh,” kata Kepala Pusat Kesehatan dan Medis Polisi Indonesia (Pusdokes), Arthur Tampi.

Dia menambahkan bahwa polisi akan mengidentifikasi lebih banyak jika mereka menerima tas mayat baru yang terkait dengan kecelakaan pesawat.

Tampi mengatakan 16 orang di dalam pesawat yang naas itu diidentifikasi pada hari Jumat, termasuk bagian tubuh pilot India Bhavye Suneja.

Bagian tubuhnya dikonfirmasi oleh DVI melalui analisis DNA.

Para penumpang dan awak yang diidentifikasi termasuk 89 pria dan 36 wanita, kata Tampi.

Penerbangan JT 610 membawa 178 orang dewasa, satu balita, dua bayi dan delapan awak ketika jatuh di perairan Jawa Barat tak lama setelah lepas landas dari bandara internasional Jakarta pada 29 Oktober.

Kepala DVI, Lisda Cancer mengklaim proses tersebut telah mengidentifikasi penumpang yang duduk di semua bagian di dalam pesawat yang jatuh itu. Dia mengatakan bahwa tim DVI telah memetakan kursi penumpang yang tubuhnya telah diidentifikasi.

“Mereka duduk di depan, belakang, kiri dan kanan. Tubuh yang teridentifikasi dari pilot telah membuktikan bahwa kami berhasil mengidentifikasi tubuh dari seluruh pesawat, tidak hanya yang di belakang atau di bagian tengah pesawat,” katanya. kata.

Semua penumpang, termasuk 64 sisanya belum diidentifikasi, akan menerima dana asuransi 1,3 miliar rupiah (sekitar 89.300 dolar AS) setiap orang, Direktur Operasional Lion Air Group Daniel Putut Adi Kuncoro mengatakan.

“Kami menjamin bahwa dana asuransi akan dikirimkan ke semua ahli waris mereka berdasarkan undang-undang yang ada,” kata Daniel pada hari Jumat.

Lion Air akan mengirim data dari 64 penumpang dan awak yang tidak dikenal ke pusat populasi pemerintah dan kantor pendaftaran sipil untuk mendapatkan ahli waris yang benar dari penumpang dan awak.

Dana asuransi akan diserahkan ke rekening bank, disaksikan oleh pengacara dan perwakilan dari pengadilan.

Badan Keselamatan Transportasi Indonesia (KNKT) mengatakan sebelumnya bahwa kecelakaan itu diduga disebabkan oleh kesalahan dalam kontrol penerbangan otomatis pesawat yang mencegah pesawat dari kondisi kios.

KNKT akan mengumumkan hasil analisisnya terhadap Flight Data Recorder (FDR) pesawat pada 28 November. Agensi tersebut berhasil mengekstrak 69 jam terakhir penerbangan, termasuk empat penerbangan terakhir yang mengalami kesalahan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.