The news is by your side.

Pemerintah Manfaatkan Peluang Wisatawan Milenial Lebih Tertarik Mendatangi Destinasi Wisata yang Viral di Medsos

32

Pada tahun ini pemerintah mengeluarkan strategi baru dengan menawarkan 100 destinasi digital dan nomadic tourism untuk mewujudkan target 17 juta wisman (Wisatawan Mancanegara) dan 25 wisnus (Wisatawan Nusantara). Menpar Arif Yahya mengatakan memanfaatkan peluang menjaring wisnus dengan menciptkan 100 destinasi digital yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Konsep destinasi digital memiliki spot fotogenik yang diunggah di medsos sehingga viral.

Berdasarkan survei Everbrite Harris Poll 2014 membuktikan generasi milenial lebih memilih menghabiskan uang untuk wisata dibanding membeli barang. Peluang tersebut dimanfaatkan baik oleh Kementrian Pariwisata dengan membangun destinasi digital berkonsep kekinian untuk memaksimalkan perjalanan wisnus di Indonesia.

Selain itu pameran wisata akbar juga digelar guna memberikan informasi kepada masyarakat, salah satunya Majapahit Travel Fair 2018 berakhir 15 April di GrandCity Convex Surabaya. Selama penyelenggaraan MTF 2018 berhasil memperoleh transaksi 57,9 Miliar dengan mempertemukan 76 seller dan 90 buyers yang digelar di Hotel Bumi Surabaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Jarianto mendapatkan laporan dari panitia penyelenggara dan mengungkapkan angka tersebut naik 5% dari tahun sebelumnya. Dari data destinasi yang diminati adalah Bromo, Kawah Ijen Banyuwangi, Blauran, Batu, Malang dan Surabaya City Tour.

MTF 2018 bertema Cultural Uniqueness mengangkat delapan sub etnis di Jatim yakni Tengger, Osing, Mataraman, Pandalungan, Arek, Samin, Panoragan dan Madura. MTF 2018 mengangkat 22 wisata di Jatim guna meningkatkan jumlah kunjungan wisnus antar provinsi dan pulau. Selain itu meningkatkan minat masyarakat Indonesia bewisata ke dalam negeri dan mengambil manfaatnya.

Arief Yahya pun mengucapkan sukses atas penyelenggarakan MTF 2018 dengan target penjualan paket wisata meningkat dari tahun lalu sebesar 3,8 Miliar. Pameran Pariwisata untuk meningkatkan citra positif tujuan daerah wisata di kalangan masyarakat Indonesia dan harus dapat menarik wisman untuk datang, terang Arief Yahya juga mengakui wisnus menjadi kekuatan pariwisata nasional karena jumlahnya setiap tahun meningkat.

Masih di bidang pariwisata, Indonesia berhasil naik peringkat kedua di bawah Malaysia sebagai destinasi wisata halal populer di dunia pada 2018 berdasarkan hasil studi Global Muslim Travel Index yang diluncurkan  Mastercard Cresent Rating. Posisi Indonesia sejajar dengan Uni Emirat Arab.

Pemerintah pun menggarap destinasi wisata halal selain NTB (Lombok) juga Sumbar dan Aceh. Arief Yahya mengatakan selain tiga daerah tersebut meminta setiap daerah mengembangkan sendiri konsep wisata halal. Sumatera Barat telah meniru konsep wisata halal dari NTB yaitu program memfasilitasi sertifikasi halal bagi para pelaku industri pariwisata. Masih keterangan Arief Yahya, kebanyakan masyarakat enggan mengurus sertifikasi halal, karena sudah merasa halal.

Pada 2016 wisman muslim ke Indonesia sebanyak 2,5 juta orang dan ditargetkan pada 2019 mencapai  5 juta orang. Pasar muslim dipredisksi terus meningkat hingga US$220 miliar pada 2020 dengan jumlah wisman mencapai 158juta orang. Pada 2017 tercatat 131 juta wisatawan muslim mengunjungi destinasi halal salah satunya Indonesia. Saat ini penyumbang terbesar wisman untuk Indonesia berasal dari Tiongkok. (Avr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.