Peduli Seniman, Rasmono Sudarjo Bentuk Surabaya Art Society Wadah Berkarya Anak Bangsa

0 31

Tak diragukan kiprah seniman senior Surabaya yang memiliki kepedulian tinggi terhadap seni lukis dan fotografi, Rasmono Sudarjo (邵亮明) kembali membuat gebrakan dengan membentuk Surabaya Art Society. Wadah baru berkantor di Shao Gallery miliknya yang berada di Grand City Mall lantai 2 unit 42 – 43. “Banyak kegiatan yang diselenggarakan Surabaya Art Society untuk anak-anak muda pecinta seni,” jelas Rasmono Sudarjo yang juga seorang notaris kawakan.

Surabaya Art Society memiliki agenda diantaranya menggelar pameran rutin antar apartemen dan hotel se Surabaya. Bahkan sejak 25 Mei lalu hingga 30 Juni mendatang, Surabaya Art Society telah menggelar pameran di Grand Dharmahusada Lagoon Flagship Gallery & Lounge. Pameran menampilkan karya lukis Rasmono Sudarjo bersama Andreanus (洪輝源). 

Rasmono Sudarjo mengatakan pameran yang diselenggarakan keliling hotel dan apartemen menampilkan lukisan berukuran kecil yang disesuaikan kebutuhan ruangan. “Kami mengadakan pameran di hotel dan apertemen untuk menjemput bola kepada pembeli, tidak seperti di gallery dimana pembeli datang. Sedangkan lukisan yang dipamerkan lebih ke seni dinding atau dekoratif, bukan seni lukis murni,” imbuh Rasmono yang menyiapkan diri pada September mendatang mengikuti pameran lukisan di Tiongkok atas undangan pemerintah setempat.

Kehadiran Surabaya Art Society mendapat respon dari banyak seniman di Surabaya, karena tidak hanya mewadahi pelukis tapi juga fotografer. Anak-anak muda pun bisa belajar melukis di Surabaya Art Society dan berhak dipamerkan hasil karyanya. Lomba fotografi juga akan diselenggarakan Surabaya Art Society bekerjasama dengan Nusantara Photo Club. 

Pada 3 Juni lalu di Shao Gallery, anggota Surabaya Art Society menggelar sarasehan seni lukis, demo melukis Chinese Painting oleh Guru Zhi Yong Qing (徐永清) dari Beijing,  dilanjutkan demo membuat sket wajah dengan Water Colour Chinese Painting oleh Andreanus (洪輝源), demo melukis Water Colour oleh Sherly Gunawan (吴绚丽) Dosen Universitas Ciputra dan demo Sket Architecture oleh Fefe.

Rasmono Sudarjo juga menjabat sebagai Dewan Pembina Yayasan Seni Budaya Indonesia China (印中文化交流基金会) memindahkan kegiatan yayasan di Shao Gallery. Untuk kegiatan Yayasan Seni Budaya Indonesia China mendatang bekerjasama dengan komunitas pedagang China mengadakan festival malam bulan purnama, baksos dan pertunjukkan seni, jelas Rasmono.

Sementara itu, Rasmono dalam kegiatan keseharian berencana akan melakukan hunting foto ke Guizhou China selama 10 hari bersama anggota Nusantara Photo Club. “Di Guizhou terdapat suku minoritas yang tinggal di gua. Mereka masih memelihara rambut panjang khas model jaman Dinasti Tang. Kehidupan mereka termasuk heritage yang dilindungi,” tutur Rasmono.

Pada kesempatan itu, Rasmono membagi tips melakukan hunting foto ke luar negeri diantaranya menyiapkan stamina tubuh yang fit. Sebelumnya harus banyak melakukan hunting foto di dalam negeri agar mengetahui momen yang bagus saat pemotretan. Ketika ada waktu luang harus sering mencoba fungsi-fungsi kamera yang dimiliki, karena sering terjadi saat hunting lupa akan fungsi kameranya sendiri.

“Ketika hunting foto gunakanlah kamera yang familiar, karena teknologi canggih tapi tidak bisa menguasai sangat disayangkan. Paling tidak menguasai fungsi kamera sendiri 50 persen lah,” tutur Rasmono yang berharap dunia seni terus berkembang di tengah lesunya ekonomi. (AV) 

Leave A Reply

Your email address will not be published.