Nusantara Festival 2019: Panggung Indonesia Perkaya Keberagaman Budaya di China

0 14

Nusantara Festival berhasil mencuri perhatian warga lokal dan asing di China. Acara yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) Wuhan ini berlangsung pada Minggu (21/4/2019) di Huazhong Agricultural University, Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Mengangkat tema “Colorful in Harmony”, Nusantara Festival 2019 memiliki misi besar untuk mempromosikan keberagaman Indonesia kepada masyarakat China secara luas. Festival tahunan PPIT Wuhan ini dikemas sebagai ajang rekreasi sekaligus promosi kebudayaan Indonesia, yang diisi lewat bazar produk Indonesia, mengajak warga asing dan lokal untuk memainkan permainan tradisional Indonesia, serta mengemas pertunjukkan budaya sebagai acara puncak dari Nusantara Festival 2019. Menurut Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT Wuhan), Habibi Salim, Nusantara Festival adalah kegiatan tahunan yang akan terus diadakan untuk mempromosikan seni dan kebudayaan Indonesia untuk menarik wisatawan berkunjung ke Indonesia.

“Saat ini Tiongkok telah menjadi wisatawan terbesar bagi Indonesia, oleh karenanya dengan kegiatan semacam ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia”tuturnya

Kota Wuhan sebagai tempat pelaksanaan Nusantara Festival 2019 menambah elemen spesial dari festival ini. Bagaimana tidak, sebagai Ibukota Provinsi Hubei, yang dikenal sebagai “Provinsi Keberagaman” di China, Nusantara Festival menjadi panggung Indonesia untuk memperkaya keberagaman di China. Ya, Nusantara Festival menjadi lampu sorot Indonesia di tengah provinsi yang menjadi rumah asli 55 etnis minoritas di China ini.

“Ini bukan hanya budaya kita (Indonesia), kami berharap ini juga menjadi bagian dari budaya kalian. Karena kita adalah saudara,” kata Pierre Rangga Dirgantara, ketua acara Festival Nusantara 2019 dalam sesi pembukaan.

Sejak rangkaian acara dibuka pada pukul 13.00 waktu setempat, ratusan warga lokal dan warga asing langsung menyerbu stan yang disediakan dalam bazar. Mie Aceh, Bakwan, dan Soda Gembira menjadi kuliner yang paling dicari oleh para pengunjung. Selain berburu makanan, pengunjung juga bersenang-senang dengan bermain permainan tradisional Indonesia seperti egrang, gundu, dan congklak.

Indonesian Cutural Performance menjadi bagian yang paling ditunggu pada Festival Nusantara 2019 ini. Menampilkan kebudayaan Indonesia yang beragam, riuh penonton seakan tak berhenti sepanjang 90 menit penampilan. Dibuka dengan tarian Ratoh Jaroe dari Provinsi Aceh, penampilan budaya ini juga diperkaya dengan tarian Mappadendang dan Pa’gellu (Sulawesi Selatan), Warak Dugder (Jawa Tengah) dan juga penampilan tarian kontemporer Srikandi Janger (Bali). Ditambah, seni bela deri otentik milik Indonesia, Pencak Silat, juga ditampilkan.

Seluruh rangkaian penampilan di malam puncak ini dikemas dalam skenario seni drama berjudul “Terkunci”. Jalan cerita seni adu peran ini mengisahkan lima pengunjung museum yang terjebak di tengah manekin diorama etnis-etnis budaya di Indonesia yang ternyata hidup. Kelima karakter drama ini akhirnya menyelesaikan konflik besar yang terjadi di tengah kehidupan para manekin sekaligus mengajak  mereka saling menghormati perbedaan budaya yang dimiliki masyarakat Indonesia.

Di akhir acara, pengunjung dan juga penampil dalam Indonesian Cultural Performanceini melebur menjadi satu dalam lantunan lagu dangdut serta melayu. Pengunjung Festival Nusantara 2019 tampak puas dan terhibur dengan rangkaian acara yang berakhir pukul 20.30 waktu setempat ini.

Jimi Nathaniel Day-Winter, salah satu pengunjung yang juga mahasiswa Internasional Wuhan University asal Inggris ini mengaku bahwa ia takjub dengan keanekaragaman budaya Indonesia. Mahasiswa Master Jurnalistik dan Ilmu Komunikasi ini mengaku tersihir oleh penampilan seni budaya di Festival Nusantara ini.

“Saya tahu bahwa ada ribuan etnis yang hidup berdampingan di Indonesia, namun saya baru tahu bahwa budaya Indonesia sangatlah menarik untuk dinikmati. Keinginan saya untuk mengunjungi Indonesia semakin besar sekarang,” ucap Jimi.

Tanggapan bernada sama juga dilontarkan oleh Viviann Wu, salah satu warga Kota Wuhan yang datang ke Festival Nusantara 2019. Berawal dari rasa penasaran karena melihat poster Nusantara Festival di Momen WeChat miliknya, ia mengaku sangat terhibur dengan rangkaian acara festival kebudayaan ini.

“Awalnya, saya hanya berniat untuk menyicipi makanan Indonesia, jadi saya datang pada jam makan siang. Akan tetapi, permainan tradisional mencuri waktu saya hingga sore hari dan saya memutuskan untuk mengikuti acara hingga saat ini (penampilan budaya). Luar biasa, hari ini menjadi salah satu akhir pekan terbaik saya di 2019,” ucap Ann.

Leave A Reply

Your email address will not be published.