NASA Mulai Gunakan Bahan Bakar Pesawat Ruang Angkasa Tanpa Racun

0 11

Badan antariksa AS, NASA, Senin mengumumkan bahwa mereka akan menguji untuk pertama kalinya sejenis bahan bakar “hijau” pada satelit uji bulan ini.

Propelan berkinerja tinggi, yang dikembangkan oleh Laboratorium Penelitian Angkatan Udara AS, memadukan hidroksil amonium nitrat dengan oksidator, yang dapat menjadi alternatif untuk hidrazin, bahan bakar sangat beracun yang biasa digunakan oleh wahana antariksa saat ini, menurut NASA.

Juga, bahan bakar non-toksik lebih padat daripada hidrazin sehingga dapat menawarkan kinerja hampir 50 persen lebih baik. Ini berarti pesawat ruang angkasa dapat melakukan perjalanan lebih jauh atau beroperasi lebih lama dengan lebih sedikit propelan di dalamnya.

Satelit uji, yang merupakan bagian dari misi Program Uji Antariksa-2 (STP-2) Departemen Pertahanan AS yang akan diluncurkan pada 22 Juni, memiliki sistem propulsi yang terdiri dari tangki propelan dan lima pendorong untuk membawa bahan bakar tidak beracun.

Pendorong akan diaktifkan dalam skenario yang berbeda untuk menguji kinerja dan keandalan mesin. Manuver yang direncanakan termasuk menurunkan orbit dan menunjuk pesawat ruang angkasa, menurut NASA.

Sistem propelan dan propulsi dapat digunakan sebagai pengganti hidrazin beracun di setiap kapal ruang angkasa, dari satelit kecil hingga wahana antariksa besar.

Juga, ada potensi untuk teknologi ini untuk digunakan untuk misi bulan karena NASA berencana untuk mendaratkan manusia di Bulan pada tahun 2024 dan membangun keberadaan yang berkelanjutan pada tahun 2028.

Leave A Reply

Your email address will not be published.