Menuai Kritik Kerusakan Lingkungan, Bank Of China Evaluasi Rencana Investasinya di PLTA Batang Toru, Sumatera

0 14

Bank of China sedang memikirkan kembali rencana perusahaan untuk membiayai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Sumatera Utara.

Keputusan ini diambil setelah protes meluas dari berbagai pencinta lingkungan yang mengkhawatirkan dampak buruk pembangunan pembangkit listrik tenaga air.

Dikutip dari situs web resmi, Bank of China menekankan pentingnya perlindungan lingkungan dalam menjalankan bisnis perusahaan. Selain itu, perusahaan menganut prinsip pendanaan hijau.

“Bank of China akan mengevaluasi proyek (Pembangkit Listrik Tenaga Air Batang Toru) dengan sangat hati-hati dan membuat keputusan bijak dengan mempertimbangkan promosi pendanaan hijau sebagai tanggung jawab sosial kami,” tulis Bank of China yang dikutip, Rabu (13/3).

Sebelumnya, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Batang Toru disoroti oleh para pencinta lingkungan karena mengancam keberadaan 800 orangutan di dalamnya. Oleh karena itu, Forum untuk Lingkungan (Walhi) menggugat izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) untuk proyek yang memiliki kekuatan 510 Megawatt (MW).

Namun, Pengadilan Tata Usaha Negara Sumatera Utara (PTUN) pada Senin (4/3) menyatakan bahwa Amdal PLTU Batang Toru, yang dikirim oleh pengembang listrik swasta, PT North Sumatra Hydro Energy (NSHE), sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Melihat kondisi ini, Direktur Pendiri Pusat Informasi Orangutan (OKI) Panut Hadisiwoyo menghargai langkah Bank China. Namun, ia masih berharap bahwa Bank of China tidak hanya akan mengevaluasi, tetapi juga menghentikan total dana untuk proyek senilai US $ 1,6 miliar ini.

“Apa yang kami harapkan adalah agar proyek ini dihentikan, mulai dari dana yang disediakan oleh Bank of China hingga perencanaan untuk PT Perusahaan Listrik Nasional (Persero) sebagai pembeli,” jelas Panut.

Demikian pula, CEO Mighty Earth Glenn Hurowitz juga senang dengan langkah Bank of China. Dia menyebutkan kabar baik bagi semua yang ingin menyelamatkan habitat Orangutan Tapanuli di Batang Toru.

“Bank of China memang harus sadar bahwa proyek yang mereka biayai di Batang Toru akan merusak lingkungan. Untuk itu kami berharap mereka benar-benar mengevaluasi pendanaan dengan tidak mengecilkan risiko yang kami dan para ahli sampaikan,” katanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.