Menteri Susi: Indonesia Khawatir dengan Pergagangan Ikan Terumbu Karang

0 11

Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti telah menyatakan keprihatinannya tentang masalah konsumsi ikan karang hidup yang sangat populer di pasar internasional.

“Permintaan untuk mengkonsumsi ikan karang hidup terus meningkat karena nilai ekonominya yang sangat besar. Bahkan telah diminta dalam industri yang sangat besar. Ikan karang sangat rentan karena mudah dieksploitasi secara berlebihan,” kata Menteri Susi dalam sebuah pers pernyataan yang diterima oleh ANTARA pada hari Minggu.

Ikan karang telah lama menjadi komoditas pangan yang sangat diminati di berbagai negara, terutama Hong Kong dan Cina.

Namun, minat dan harga ikan karang yang tinggi telah menciptakan tren perdagangan yang mengkhawatirkan.

Menteri Susi menunjukkan masalah ini saat memimpin sesi pada Pertemuan Internasional Terumbu Karang Inisiatif (ICRI) di Monaco pada 6 Desember 2018.

Di hadapan anggota Science and Conservation of Fish Aggregations (SCRFA) dan Nature Conservancy, Menteri Susi menegaskan perlunya mengatur dan mengelola konsumsi ikan karang hidup yang berkelanjutan.

Menurut Susi Pudjiastuti, konsumsi ikan karang hidup berkaitan erat dengan pelestarian keanekaragaman hayati dan spesies yang terancam punah.

Semakin tinggi permintaan ikan karang, semakin tinggi tekanan pada terumbu karang.

Penangkapan ikan berlebihan juga dianggap merusak ekosistem terumbu karang yang mengakibatkan kepunahan ekosistem laut yang bergantung pada terumbu karang.

“Terumbu karang sebagai tempat untuk pemijahan dan tempat hidup beberapa ikan juga terancam. Selain itu, ikan karang hidup juga ditangkap dengan cara yang merusak,” Susi melanjutkan, peringatan untuk menghindari penggunaan dinamit, potassium, bom, untuk memancing karena semuanya dapat menghancurkan terumbu karang.

Menteri Susi mengatakan sebagai salah satu Ketua ICRI, Indonesia berkewajiban untuk menyuarakan pengelolaan terumbu karang yang berkelanjutan untuk mempromosikan peningkatan aspek sosial ekonomi masyarakat yang tinggal di pantai.

Susi Pudjiastuti menambahkan bahwa eksploitasi ikan karang yang dikonsumsi harus dikelola untuk menjaga keberlanjutan ikan dan terumbu karang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.