The news is by your side.

Menjaga Kerukunan dengan Pembacaan Kitab Suci Bersama

48

Subang – Ratusan pemuda lintas agama mengikuti kegiatan Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci (GPMKS) yang dipusatkan di Aula Pemkab Subang, Jawa Barat, Senin (27/11). Dalam kegiatan GPMKS yang menjadi Rangkaian Kirab Pemuda 2017 ini, juga dilakukan deklarasi damai pemuda antar umat beragama.

Selain dihadiri perwakilan pejabat Kemenpora dan Pemkab Subang, kegiatan ini juga dihadiri, para pemuka agama dari berbagai agama. Dalam kegiatan GPMKS yang mengusung tema Untuk Persatuan Indonesia ini, para pemuda duduk berdampingan membacakan kitab suci agama masing-masing secara bergantian. Kegiatan ini diharapkan jadi momentum agar para pemuda lintas agama di Kabupaten Subang hidup rukun saling berdampingan meskipun berbeda agama.

Kepala Bidang Kreatifitas Kepemudaan Kemenpora, Yudistira mengatakan bahwa  Indonesia bisa bersatu terutama karena peran tokoh agama. Mereka mengesampingkan perbedaan agama, suku, dan ras demi persatuan dan kemerdekaan.

“Indonesia bersatu karena kekuatan agama. Kita melawan penjajah waktu itu dengan kekuatan agama,” ungkapnya. “Negara mana yang seperti Indonesia, budayanya kaya, bahasanya ribuan, punya alam yang indah, masyarakatnya ramah dan disenangi banyak orang,” bebernya.

Ia menegaskan, kegiatan  GPMKS sangat penting untuk membekali para pemuda agar bisa hidup berdampingan meskipun berbeda agama. Persatuan Indonesia harus dijaga oleh para pemuda sesuai dengan agamanya masing-masing.

Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Subang, Taryana Nataraharja, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kemenpora dan pihak pelaksana atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengapresiasi acara ini, atas nama pemerintah Kabupaten Subang, saya mengucapkan terimakasih kepada Kemenpora yang menjadikan Subang sebagai titik singgah kirab pemuda dengan rangkaian kegiatan yang berjalan dengan baik,” kata Nataraharja.

Menurutnya, kerukunan antarumat beragama akan mudah diciptakan bila kaum pemuda dan pemudi sudah memulainya melalui kegiatan keagamaan. Menurutnya, negara Indonesia bisa merdeka karena perjuangan pahlawan dan para tokoh agama yang bersatu.  “Dengan kerukunan beragama, negara kita akan tetap jaya. Kalau kerukunan antarumat beragama sudah dibangun oleh para pemuda, Insya Allah kedepannya tidak ada lagi konflik agama sehingga kondisi bangsa ini nyaman, aman, dan tentram,” tutupnya.

Subang mejadi titik singgah ke-18 kegiatan Kirab Pemuda 2017 yang dihelat Kementerian Pemuda dan olahraga (Kemenpora).  Kirab Pemuda 2017 yang mengusung tema Berani Bersatu, dimulai sejak 26 September, diikuti 72 pemuda yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia yang terbagi dalam dua zona.  Zona 1 bergerak dari Miangas menuju Sabang, sedangkan zona dua dari Rote, NTT menuju Merauke dengan menyisir semua provinsi, sebelum kemudian kedua rombongan akan bertemu di Blitar Jawa Timur, yang menjadi tempat puncak perhelatan Kirab Pemuda 2017, pada 5-8 Desember mendatang.

(Kompas)

Leave A Reply

Your email address will not be published.