Melihat Perjuangan Siswa SLB Singkawang Mengikuti Ujian Nasional

0 25

Pelaksanaan Ujian Nasional jenjang SMP tidak hanya di ikuti oleh siswa siswi SMP Umum, tetapi juga dikuti siswa siswi Sekolah Luar Biasa (SLB). Hal yang sama juga diikuti tiga SLB di Kota Singkawang, yakni SLB Dharma Miranti, Jalan Firdaus, SLB Tuna Grahita, Jalan Bukit Barisan, Kecamatan Singkawang Barat, dan SLB Negeri, Jalan Semai, Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Singkawang Tengah.

Pantauan Harian InHua, Rabu 24 April 2019, pelaksanaan Ujian Nasional di SLB Dharma Miranti berjalan tertib dan lancar. Peserta Ujian untuk siswa Tuna Rungu ini, sebanyak 3 orang. Mereka mengerjakan soal Ujian didampingi guru pembimbing kelas yang memahami bahasa isyarat.

Kepala SLB Dharma Miranti, Suardi menjelaskan, keterbatasan mendengar dan berbicara yang di alami oleh tiga anak didiknya, tidak menahan semangat mereka untuk mengerjakan soal-soal Ujian Nasional.

“Alhamdullilah, pelaksanaan Ujian Nasional di sekolah kita berjalan dengan tertib dan lancar, tidak ada kendala yang dihadapi para siswa saat menjawab soal. Bahkan, dari waktu ujian yang diberikan, mereka mampu menyelesaikan soal ujian lebih cepat,” ujar Suardi.

Ia mengaku merasa optimis anak didiknya mampu meraih nilai maksimal atas soal ujian yang diberikan, meski menggunakan sistem ujian berbasis pensil dan kertas, dan tidak menggunakan komputer.

Ditambahkannya, selain pelaksanaan Ujian Nasional untuk jenjang SMP, pada saat yang sama juga dilaksanakan Ujian Sekolah untuk siswa SDLB yang diikuti sebanyak 5 siswa.

Sama halnya dengan SLB Dharma Miranti, di SLB Bagian C Tuna Grahita, Jalan Bukit Barisan juga sedang dilaksanakan Ujian secara serempak. Bedanya, untuk SLB Tuna Grahita, tidak dilaksanakan Ujian Nasional, tetapi hanya diberikan soal Ujian Sekolah.

Kepala SLB Bagian C, Tuna Grahita, Ngatinah dihubungi Harian InHua memaparkan, keseluruhan ada 10 siswa tuna grahita yang mengikuti ujian sekolah, terdiri dari 6 peserta untuk SDLB dan 4 peserta untuk SMPLB.

Ia menjelaskan, peserta ujian untuk siswa tuna grahita harus mendapat pengawasan khusus dan guru, terutama membacakan soal ujian yang diberikan.

“Khusus untuk siswa SLB Kelompok C, Tuna Grahita baik itu SDLB maupun SMPLB, tidak mengikuti Ujian Nasional. Mereka hanya diberikan soal Ujian Sekolah, sesuai dengan tingkat kemampuan mereka yang terbatas. Para siswa diberikan soal ujian yang dibuat pihak sekolah. Kami berusaha membantu para siswa mengerjakan soal ujian, dengan memberikan instruktur pengerjaan, seperti membacakan soal, dan mengarahkan mereka memilih jawaban. Soalnya, tingkat intelegensi mereka tidak sama seperti siswa SLB lainnya,” kata Ngatinah.

Karena keterbatasan intelegensia, penggunaan bahasa dalam pelaksanaan ujian untuk siswa tuna grahita, lebih lama dibandingkan soal siswa regular.

Pihaknya berharap, seluruh siswa yang mengikuti ujian sekolah bisa meraih nilai maksimal, dan lulus dari sekolah sehingga bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Sementara itu, pelaksanaan Ujian Nasional di SLB Negeri, Jalan Semai, Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Singkawang Tengah, juga terpantau tertib dan lancar.

Pelaksanaan Ujian di SLB Negeri yang dipimpin Hotma Situmorang ini, diikuti sebanyak 15 peserta. Terdiri dari 14 peserta SDLb dan 1 peserta SMPLB.

Ada pemandangan menarik dalam pelaksanaan Ujian Nasional SMPLB ini. Dimana hanya ada satu peserta ujian Tuna Netra yang mendapatkan pendampingan khusus petugas pengawas.

“Untuk tahun ini, hanya ada satu peserta Tunanetra yang mengikuti Ujian Nasional di SMPLB kita. Materi soal yang kita berikan menggunakan huruf braile. Sesuai dengan jadwal, Ujian Nasional tahun 2019 digelar selama empat hari, dengan mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. Kalau pada hari biasa, kita tidak menyertakan petugas dan guru pendamping khusus. Tetapi saat mengikuti ujian nasional seperti sekarang ini, kita menyertakan petugas dan guru pendamping khusus yang memberikan bantuan kepada siswa dalam mengerjakan soal ujian nasional,” kata Hotma Situmorang. 

Meskipun soal yang dikerjakannya menggunakan huruf Braille, namun satu-satunya siswi yang mengalami tuna netra ini tetap antusias dan optimis dalam menjawab soal.

Ada satu alasan yang memotivasi anak penyandang disabilitas tuna netra ini, terlihat begitu bersemangat mengikuti ujian nasional, yakni dirinya menginginkan agar bisa lulus dengan nilai terbaik, dan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan SMALB. (Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.