The news is by your side.

Mahasiswa-mahasiswa Ini Borong 3 Gelar Juara Lomba Karya Ilmiah

0 33

Surabaya – Mahasiswa menorehkan prestasi untuk bangsa. 6 Mahasiswa President University memborong 3 gelar lomba karya tulisan ilmiah nasional.

Karya tulisan ilmiah yang mereka sorot yakni wisata halal di Lombok. Dalam keterangan tertulis dari President University, lomba karya tulis ilmiah nasional ini diselenggarakan oleh Universitas Surabaya pada (26/5/2017) di Surabaya. Kompetisi yang bernama Insthink Ubaya 2017 di tahun pertama penyelenggaraannya mengusung tema ‘A Big Push To World Class Tourism’.

President University mengirimkan 3 tim yang masing-masing tim terdiri dari 2 mahasiswa dari program studi manajemen. Tim itu memborong 3 gelar yaitu juara pertama, juara kedua dan juara keempat. Sedangkan untuk juara tiganya diraih Universitas Brawijaya.

Juara pertama lomba yakni Ilham Saumi dan Anastasia Purwanti. Judul karya tulis ilmiah mereka yakni ‘An Analysis of Lombok Destination Image as Halal Tourism Toward Visit Decision’.

Juara kedua lomba Kevin Pratama Jaya dan Aris Akbar. Judul karya tulis ilmiah mereka yakni ‘An Assessment of Tourist Satisfaction While Visiting World Cultural Heritage Site in Order to Improve Tourism Competitiveness (A Study Case of Borobudur Temple 2017).

Sementara juara keempat lomba yakni Nurul Isti dan Ghilmansyah Amri. Karya tulis ilmiah mereka berjudul ‘Analyzing of Marketing Strategy Formulation in Indonesia Travel and Tourism Competitive Index Advantages’.

Kaprodi Manajemen President University, Genoveva menyampaikan, tiga tim ini merupakan tim terbaik yang ada di mata kuliah research methotodolgy. Tim dipasang-pasangkan dengan yang jago presentasi dan menguasai teori-teori marketing.

Genoveva menyampaikan, pihaknya memiliki persiapan khusus dengan terus memberikan brieffing mengenai methodology research. Tim juga melakukan simulasi di hadapan dosen penguji.

“Saya menargetkan minimal 1 tim mendapat juara. Namun tetap menyiapkan semuanya dengan baik harapannya bisa juara semua. Kami bersyukur bisa memborong 3 juara dan ini baru pertama kali karena biasanya maksimal dapat 2 juara,” ungkap Genoneva.

Genoneva mengatakan, menjadi langganan juara di setiap kompetisi memang sangat beralasan. Karena prodi manajemen memiliki bagian pendidikan di President University Major Association PUMA (Puma) Manajemen yang khusus mengurusin masalah pendidikan termasuk lomba, di bawah bimbingan langsung kaprodi.

Menurut Genoveva, di bagian ini pihaknya melakukan pengkaderan, membentuk kelompok dan brieffing dari dosen-dosen sesuai jenis lomba. Meski demikian menjadi langganan juara level nasional belum membuatnya puas, target ke depan yakni menjadi kampiun untuk kompetisi level internasional.

Dalam kesempatan berbeda, Ilham Saumi, sang juara pertama menyampaikan, kompetisi akademik ini merupakan yang pertama yang diikutinya. Biasanya dia mengikuti kompetisi non akademik yaitu bola voli.

“Kami pernah mewakili President University di lomba voli tingkat nasional antar kampus sebagai juara 4 pada 2015 dan 2017,” kata mahasiswa kelahiran Kota Selong, Lombok Timur, NTB ini.

Mahasiswa Manajemen angkatan 2013 ini mengungkapkan motivasinya ikut kompetisi akademik. Pertama adanya dukungan dari dosen pembimbingnya, Genoveva.

Kedua dia melihat adanya opportunity dengan paper yang dia buat. Karena judul papernya memiliki value dan kebetulan lagi booming tentang halal tourism, ditambah lagi Lombok merupakan tempat asalnya.

“Yang ketiga adanya dukungan yang besar dari teman-teman saya yang selalu memberikan support untuk mengikuti lomba ini,” ujar Ilham yang makin percaya diri berpasangan dengan Anastasia yang sering juara di kompetisi.

Ketua Voly Club President University tahun 2014-2015 ini lebih jauh mengungkapkan, paper diselesaikannya dalam waktu 3 bulan lebih. Dibuat step by step dari bab 1 sampai bab 5. Setiap selesai per bab dikonsultasikan ke dosen baru lanjut ke bab berikutnya.

“Saya kebetulan satu kelas dengan Anastasia. Sama-sama ambil fokus marketing, sehingga sudah biasa bekerja sama. Kami selalu diskusi bareng setiap babnya, dan sudah tahu bagian masing-masing, misalnya ada yang di bagian analisis, dan ada di bagian startegi,” ungkap Ilham yang juga aktif di organisasi charity, investment club, dan beberapa organisasi di luar kampus seperti komunitas sosial untuk pemberdayaan masyarakat Lombok.

Sementara itu Aris yang berpasangan dengan Kevin mengungkapkan,research paper competition baru pertama kali diikutinya. Biasanya dia ikut business case competition atau marketing competition yang mengerjakan studi kasus dari perusahaan. Karena itu ajang Insthink Ubaya membuatnya tidak menyangka akan menang.

“Tetapi berkat dukungan Prodi Manajemen dengan membuat grup diskusi, memberikan bimbingan dalam mempersiapkan materi presentasi dan lain sebagainya, ketiga tim yang dikirim bisa masuk 8 besar dan akhirnya memborong 3 gelar,” ujar Aris yang papernya ditawari juri untuk publikasi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.