Kubu Raya Raih Penghargaan Peduli Hak Asasi Manusia

0 5

Kabupaten Kubu Raya didaulat sebagai Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Penghargaan bergengsi ini diberikan oleh Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla dan diterima langsung Bupati Kubu Raya Rusman Ali.

Penghargaan Kubu Raya sebagai Kabupaten Peduli HAM di Indonesia ini merupakan yang keempat kalinya berturut-turut sejak pemerintahan pasangan Rusman Ali dan Hermanus. Penghargaan Kabupaten Peduli HAM diterima Kubu Raya pertama kali pada tahun 2015. Kemudian berlanjut di 2016, 2017, dan 2018.

Penghargaan tahun ini diserahkan Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly di Kantor Kementerian Hukumdan HAM di Jl. H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa 11 Desember 2018.

Bupati Kubu Raya, Rusman Ali mengatakan penghargaan yang diterima Pemerintah Kabupaten Kubu Raya ini tidak lepas dari kerja keras semua pemangku kepentingan, termasuk masyarakat Kabupaten Kubu Raya.

“Dengan terbangunnya kerja sama yang harmonis antara pemerintah daerah dengan DPRD hingga pengurusRT dan seluruh masyarakat, Kabupaten Kubu Raya mampu mempertahankan diri sebagai Kabupaten Peduli HAM di Indonesia. Penghargaan ini tentunya tidak terlepas dari kerjasama, komunikasi yang baik, dan keharmonisan antara pengambil kebijakan di Kubu Raya, serta seluruh masyarakat Kubu Raya. Kita dapat pertahankan ini selama empat tahun berturut-turut. Ini sangat luar biasa,” ujar Rusman Ali.

Menurut Rusman, saat ini koordinasi dalam program rencana aksi nasional di Kabupaten Kubu Raya telah berjalan dengan baik. Begitu juga dengan dukungan sistem penyampaian laporan yang memberikan nilai tambah dalam pemenuhan kriteria sebagai kabupaten peduli HAM. Dirinya berharap penghargaan yang diterima ke depannya bisa menambah semangat dan pemenuhan hak bagi masyarakat secara luas.

“Terlebih pemenuhan dan perlindungan hak perempuan dan anak,” ucap Rusman.

Orang nomor satu di pemerintahan Kubu Raya ini menilai, penegakan HAM bukan hanya karena tuntutan konstitusi, namun menyangkut nilai-nilai kemanusiaan serta hubungan sinergisantara pemerintah dan masyarakat.

Rusman Ali menuturkan, Kubu Raya mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat sebagai Kabupaten Peduli HAM berawal dari kebijakan yang diambilnya pada awal memimpin Kabupaten Kubu Raya, yakni dengan pembangunan jalan-jalan poros. Pembangunan jalan-jalan poros dianggap sebagai sebuah langkah untuk pemenuhan hak-hak masyarakat.

Di mana jika sebelumnya masyarakat mengeluarkan biaya yang sangat tinggi untuk berdagang dan menjual hasil pertanian dan perkebunannya, dengan telah terbangunnya infrastruktur jalan poros dapat menekan biaya masyarakat. Mendekatkan jarak tempuh dan memperpendek waktu yang dibutuhkan.

“Alhamdulillah, berbagai program yang kita lakukan di Kubu Raya dinilai sebagai sebuah upaya kita untuk pemenuhan hak-hak warga kita. Hak-hak asasi manusia, hak untuk mendapatkan akses yang mudah dan cepat. Dengan terbangunnya jalan poros, biaya yang dikeluarkan masyarakat menjadi lebih kecil. Hak mendapatkan pelayanan publik, dengan sistem pelayanan yang juga kita bangun dengan lebih sederhana, lebih cepat, dan lebih terbuka. Misalnya perizinan, setiap orang dapat mengakses dimana saja, kapan saja, dan dari mana saja,” terang Rusman Ali.

Selain Kubu Raya, Kabupaten lain yang juga mendapat penghargaan yang sama yakni Sanggau, Kapuas Hulu, Mempawah, Sambas, dan Kota Pontianak dengan predikat Cukup Peduli HAM.

Sementara itu, Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla saat membuka acara mengapresiasi pemerintah daerah diIndonesia yang terus berupaya mewujudkan pelayanan kepada masyarakat dengan nilai-nilai hak Asasi manusia.

Jusuf Kalla berharap, melalui momentum Hari HAM Sedunia, dan melalui penghargaan yang diterima oleh sejumlah daerah yang dinilai sudah memenuhi hak asasi dalam mengambil kebijakan dan program pembangunan serta pelayanan publik, dapat terus diperbaiki dan ditingkatkan. Untuk pemenuhan hak-hak asasi manusia. (Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.