The news is by your side.

Keindahan Arsitektur Bangunan di Sumenep Karrya Arsitek Tiongkok, Liaw Piau Ngo

31

Sumenep adalah kota yang berada di ujung Pulau Madura dengan pembangunan terus dilakukan pemerintah setempat. Sumenep salah satu kota yang sangat strategis memiliki pelabuhan laut, bandara udara dan jalan darat, selain dikelililingi pulau-pulau kecil berjumlah 126 meliputi 27 kecamatan. Tak mengherankan bila di masa kerajaan, Sumenep mengalami masa kejayaan.

Di balik bangunan-bangunan megah di Sumenep yang masih bisa disaksikan hingga kini merupakan hasil tangan dingin arsitek asal Tiongkok, Liaw Piau Ngo. Bangunan tersebut adalah Keraton Sumenep yang dibangun masa pemerintahan Panembahan Sumolo I pada 1762, Masjid Agung Sumenep selesai dibangun 1787 dan Kelenteng Tridarma Pao Sian Lin Kong di Desa Pabian.

Bangunan utama Kelenteng Tridarma Pao Sian Lin Kong

Liauw Piau Ngo memadukan unsur bangunan Eropa, China, Islam, dan Jawa. Jika masuk ketiga bangunan tersebut sangat kental nuasanya. Keraton Sumenep atau lebih dikenal Keraton Potre Koneng (Putri Kuning) julukan seorang permaisuri dari Tiongkok yang berkulit kuning bersih memiliki nama bangsawan Ratu Ayu Tirto Negoro. Seluruh bangunan keraton dicat warna kuning hingga kini masih dipertahankan untuk menghormati Potre Koneng.

Bangunan Keraton tersebut dilengkapi aula atau pendopo pertemuan yang terbuka luas, berbagai barang peninggalan jaman Dinasti Ming, kereta kencana pemberian kerajaan Inggris dan pemandian Potre Koneng yang konon berkhasiat. Berkeliling Keraton Sumenep dipandu para petugas yang ramah sambil menerangkan seluk beluk sejarah Sumenep yang bersiap menggelar hari jadinya ke-748 pada 31 Oktober 2017.

Pintu masuk Keraton Sumenep dan pendopo

Hanya berjarak beberapa meter dari keraton terlihat gapura megah Masjid Agung Sumenep yang sangat menarik arsitekturnya dan tidak ada duanya. Masjid Agung yang menghadap ke alun-alun tersebut menjadi jujugan wisatawan serta mampu menampung 2 ribu jamaah. Masjid Agung dibangun sebagai tempat ibadah keluarga keraton dan masyarakat. Bila masuk masjid akan terlihat gaya bagunan Portugis dengan banyak pilar besar dilengkapi mimbar bergaya Tiongkok.

Pintu Gerbang Masjid Agung Sumenep

Inhua juga mengunjungi Kelenteng Tridarma Pao Sian Lin Kong yang berdiri di atas lahan 2.685 meter2 diketuai Seno Jaya Manggala. Letaknya berjarak 2,5 km dari pusat kota ke arah Timur, merupakan kelenteng yang menganut ajaran  Tridarma satu-satunya di Madura. Sugiyono petugas Kelenteng Pao Sian Lin Kong mengatakan bangunan masih asli hanya ada penambahan.

Sugiyono menunjukkan Shufa di atas pintu utama sebelah kanan kiri bermakna ‘Keramatnya Mendunia’ dan ‘Negara dan Lautan Tenang’ yang tidak diragukan keasliannya menunjukkan kelenteng yang berusia lebih dari 200 tahun. Di dalam Kelenteng Pao Sian Lin Kong terdapat altar Kongco Hok Tiek Cing Sien, Makco Thian Siang Sing Bo, dan Kongco Kong Tik Cung Ong.

“Umat melakukan sembahyangan pada awal bulan dan pertengahan. Yang datang kemari untuk beribadah kebanyakan dari luar kota seperti Jakarta, Bali, Makassar dan lainnya. Acara terbesar digelar saat hari jadi kelenteng yang jatuh pada bulan Juni. Umat yang datang sampai berbis-bis dan ditampung di aula cukup luas itu,” terang Sugiyono yang membenarkan arsitektur Klenteng Pao Sian Lin Kong adalah Liaw Piau Ngo.

Leave A Reply

Your email address will not be published.