The news is by your side.

Kajati Jatim Sunarta Sambangi Pasien Operasi Katarak Gratis

yang Digelar Yayasan Sosial Abdihusada Utama

5

Yayasan Sosial Abdihusada Utama kembali menggelar operasi katarak diikuti 55 pasien yang disambangi langsung Kajati Jatim Sunarta (25/10). Sejak pagi, para pasien berangkat dari Klinik Abdihusada Utama dengan mengendarai bis menuju ke Royal Clinic tempat operasi katarak berlangsung dengan ditangani dokter ahli.

Sebelumnya, Kajati Jatim Sunarta mengadakan ramah tamah dengan pengurus Yayasan Sosial Abidhusada Utama, pengurus ANXI Jatim dan pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia dan PITI Jatim di gedung pertemuan Abdihusada Utama.

Ketua Yayasan Sosial Abdihusada Utama, Soeharsa Muliabarata menceritakan bahwa yayasan didirikan pada 2012. Yayasan Sosial Abdihusada Utama merupakan swasta swadaya dengan kegiatan setiap harinya memberikan pelayanan kesehatan di Klinik Abdihusada Utama secara gratis ditangani para dokter dan pemberian obat paten bukan generic.

“Yayasan Sosial Abdihusada Utama satu-satunya yayasan di tanah air yang setiap harinya mengeluarkan uang tanpa ada pemasukan. Hampir tujuh tahun lamanya yayasan setiap hari melayani kesehatan untuk masyarakat tidak mampu secara gratis dan sudah 76.000 pasien yang ditangani. Sejak dua tahun terakhir menggelar operasi katarak gratis. Terdata sebanyak 1080 pasien katarak telah dioperasi Yayasan Sosial Abdihusada Utama bekerjasama dengan rumah sakit,” jelas Soeharsa.

Masih laporan Soeharsa bahwa biaya oparasi katarak mencapai 10 hingga 15 jutaan namun pihak yayasan menggratiskan untuk pasien tidak mampu dari manapun datangnya. “Sewaktu awal saya menggagas berdirinya yayasan untuk melayani masyarakat, banyak yang meragukan, karena membutuhkan dana yang besar,” imbuh Soeharsa yang melaporkan seluruh keuangan yayasan secara terbuka dengan audit konsultan publik kepada para pengurus dan donatur.

Tak mengherankan bila hingga saat ini kegiatan pelayanan kesehatan masarakat yang dilakukan Yayasan Sosial Abdihusada Utama terus berjalan. “Modalnya tidak hanya dana saja, tapi juga kejujuran dalam laporan keuangan,” tegas Soeharsa.

Alim Markus selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Sosial Abdihusada Utama memuji pengelolaan yayasan secara profesional, karena mempertanggungjawabkan uang masyarakat. “Hal itu harus dipublikasikan sehingga masyarakat luas mengetahui bila di yayasan ini memiliki kegiatan sosial, agar tergerak berdonasi. Kegiatan pengobatan masyarakat secara gratis membutuhkan biaya yang sangat besar,” ujar Alim Markus.

Kajati Jatim Sunarta memberi dukungan dan apresiasi kegiatan sosial pengobatan gratis dan operasi katarak yang dilakukan Yayasan Sosial Abdihusada Utama. Kajati Jatim mengharapkan kegiatan mulia tersebut harus berkesinambungan atau terus diadakan untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Sunarta didampingi Soeharsa menyempatkan masuk ke dalam ruang operasi untuk melihat jalannya operasi. “Operasi katarak berlangsung cepat tanpa jahitan dan para pasien mengaku tidak sakit,” terang Sunarta setelah keluar dari ruang operasi.

Ujang (67) mengaku tidak sakit setelah menjalani operasi katarak. Ujang yang sehari hari bekerja sebagai sopir menderita katarak selama 4 tahun. Demikian pula dengan Yasin (64) yang bekerja sebagai tukang sol sepatu, ia bersyukur kini dapat melihat kembali. Nasiah (63) penjual jamu dan buka warung kopi, mengucapkan terimakasih kepada pengurus yayasan karena kini telah dapat melihat kembali. (AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.