The news is by your side.

Jepang Menghentikan Latihan Evakuasi Bencana Nuklir Setelah Pertemuan Trump dan Kim

32

Jepang telah memutuskan untuk menghentikan latihan evakuasi guna mempersiapkan serangan rudal dari Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) setelah pertemuan bersejarah antara para pemimpin Amerika Serikat dan DPRK meredakan ketegangan, kantor berita Kyodo melaporkan pada hari Kamis.

Seorang pejabat Kantor Kabinet mengatakan kepada Reuters bahwa akan mengumumkan pada hari Jumat tentang latihan tersebut.

Presiden AS Donald Trump bertemu dengan pemimpin DPRK Kim Jong Un di Singapura pekan lalu dan Kim berkomitmen untuk “bekerja menuju denuklirisasi lengkap Semenanjung Korea,” sementara Trump mengatakan dia akan mengakhiri apa yang disebutnya “provokatif” latihan militer antara AS dan Republik Korea (ROK).

Jepang menyambut baik KTT itu sebagai langkah pertama menuju denuklirisasi DPRK, tetapi juga mengatakan bahwa latihan US-ROK merupakan penghalang penting bagi ancaman-ancaman DPRK.

Tahun lalu DPRK meluncurkan dua rudal yang terbang di atas Jepang. Ini juga melakukan uji coba nuklirnya yang keenam.

Ibukota Jepang Tokyo mengadakan latihan evakuasi pertama pada bulan Januari dan kota-kota kecil dan desa-desa di Jepang telah melakukan latihan serupa ketika DPRK mendorong maju dengan program rudal dan senjata nuklirnya.

Kyodo mengatakan ada rencana untuk latihan evakuasi tahun ini di sembilan prefektur.

Seorang pejabat di Yaita, di Jepang utara, mengatakan kepada Reuters bahwa Prefektur Tochigi, di mana lokasinya, telah memberi tahu kota bahwa pemerintah pusat telah memutuskan untuk menghentikan latihan yang direncanakan “dengan mempertimbangkan situasi internasional.”

Kyodo mengatakan beberapa prefektur lainnya juga telah diberitahu tentang keputusan yang akan segera diambil untuk menghentikan latihan.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengincar KTTnya sendiri dengan Kim untuk menangani masalah warga Jepang yang diculik oleh agen-agen DPRK beberapa dekade lalu.

Pada tahun 2002, DPRK mengakui bahwa agen-agennya telah menculik 13 warga Jepang pada tahun 1970-an dan 1980-an. Jepang mengatakan 17 warganya diculik, lima di antaranya dipulangkan. Pyongyang mengatakan delapan orang tewas, sementara empat lainnya tidak pernah memasuki negara itu.

Abe telah menjadikan masalah ini sebagai pilar karier politiknya dan bersumpah untuk tidak beristirahat sampai semua korban penculikan pulang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.