The news is by your side.

Jack Ma Akan Bangun Lembaga Pelatihan Pengusaha Teknologi di Indonesia

36

Jack Ma, pimpinan perusahaan China Alibaba, mengatakan pada hari Sabtu bahwa ia berencana untuk membuka sebuah lembaga untuk melatih ribuan pengusaha teknologi di Indonesia, di mana dia sudah menjadi penasihat pemerintah terkait e-commerce.

Ma tidak mengatakan kapan Jack Ma Institute of Entrepreneurs akan diluncurkan, tetapi mengatakan tujuannya adalah untuk melatih 1.000 pemimpin teknologi setahun selama 10 tahun ke depan.

“Kami memberi banyak kesempatan bagi anak muda Indonesia untuk belajar,” kata Ma kepada wartawan setelah bertemu dengan para menteri Indonesia di sela-sela pertemuan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia yang diselenggarakan oleh Indonesia.

Salah satu pendiri Alibaba, perusahaan e-commerce terbesar Cina, mengatakan bahwa penting bagi Indonesia untuk berinvestasi dalam sumber daya manusia karena “hanya ketika orang meningkat, ketika pikiran orang berubah, ketika keterampilan orang meningkat, maka kita dapat memasuki periode digital”.

Indonesia memiliki kekurangan insinyur terlatih dalam teknologi dan institut ini juga akan melatih ratusan pengembang dan insinyur di cloud computing untuk membantu menjadikan bisnis Indonesia digital.

Negara ini adalah pasar utama untuk Alibaba, yang lengan komputasi awannya Alibaba Cloud meluncurkan pusat data di Indonesia pada bulan Maret.

Ma mengatakan perusahaannya akan terus berinvestasi “tidak hanya pada e-commerce tetapi juga cloud computing, logistik dan … infrastruktur” di Indonesia, sementara juga membantu bisnis lokal untuk tumbuh.

Menteri Komunikasi Indonesia Rudiantara mengatakan pada bulan September bahwa Indonesia bermitra dengan Ma untuk mencari cara untuk memanfaatkan bisnis Alibaba untuk meningkatkan ekspornya, terutama ke China.

McKinsey memperkirakan dalam sebuah laporan yang dirilis pada 30 Agustus bahwa nilai pasar e-commerce Indonesia akan melonjak hingga setidaknya $ 55 miliar (£ 42 miliar) pada tahun 2022 dari $ 8 miliar pada tahun 2017.

Pada hari Jumat, Ma mengatakan kepada diskusi panel di IMF dan pertemuan Bank Dunia bahwa “internet dirancang untuk negara berkembang”, dengan “peluang besar di Afrika” juga.

Leave A Reply

Your email address will not be published.