The news is by your side.

Realisasi Impor Indonesia Naik, dengan Bawang Putih dan Pir dari China

27

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis realisasi impor Indonesia pada periode April 2018 mencapai USD16,09 miliar, atau naik 11,28% dibanding Maret 2018. Kenaikan tersebut dipicu oleh kenaikan impor, baik untuk barang konsumsi, bahan baku penolong, maupun barang modal.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, untuk impor barang konsumsi yang mengalami kenaikan adalah komoditas bawang putih yang berasal dari China, dengan nilai impor USD61,5 juta. Selain itu, beberapa komoditas yang diimpor dari Negeri Tirai Bambu, antara lain buah pir dengan nilai USD26,3 juta dan apel yang berasal dari China dan Amerika Serikat sebesar USD36,1 juta.

“Mengenai barang konsumsi yang mengalami kenaikan, 25,85% bawang putih yang naik USD61,5 juta, utamanya dari China,” katanya di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Selain itu, beras impor yang berasal dari Thailand juga menyumbangkan kenaikan impor Indonesia pada periode April 2018 dengan nilai USD59,4 juta, dan daging beku dari Australia sebesar USD42,1 juta.

Pria yang akrab disapa Kecuk ini mengakui, kenaikan impor pada April 2018 cukup tinggi dan tidak biasa. Meskipun impor barang konsumsi mengalami kenaikan, realisasi impor bahan baku dan barang modal juga mengalami kenaikan cukup signifikan.

Hal ini terjadi karena industri harus mengantisipasi liburan panjang jelang Ramadhan dan Lebaran. Karena itu, mereka memilih untuk mengimpor lebih banyak pada periode ini.

“Bahan baku dan barang modal naiknya lumayan tinggi. Ini terjadi karena industri butuh persiapan dua sampai tiga impor untuk mengantisipasi liburan panjang. Jadi kalau mau positive thinking, ini bahan baku untuk menggerakkan industri kita. Dan industri kita menggeliat dan menggembirakan pada kuartal pertama kemarin,” tandasnya. (sindonews.com)

Leave A Reply

Your email address will not be published.