The news is by your side.

Hwie Tiaw Ka Surabaya Adakan Kelas Memasak Siomay dan Makanan Hakka

0 22

Pada hari Minggu (2/12) lalu, tepatnya pada pukul 9 pagi, Perkumpulan Hakka Hwie Tiaw Ka Surabaya mengadakan kelas memasak di lokasi Jl. Jagir Wonokromo Ruko Mangga Dua, Blok A7 No. 5-6. Lokasi ini merupakan kantor utama Hwie Tiaw Ka Surabaya, dengan menu masakan yang diajarkan di kelas ke 9 ini adalah memasak siomay dengan sebagai gurunya adalah Ibu Huang Fenhang dan dibantu oleh Ibu Yu Siwan, Ibu Yu Meilian, dll. Peserta kelas memasak kali ini dari putra putri Hakka adalah Lin Hongyan, Guo Wuqiang, Li Lihui, Fan Jialin, Lisa, Ka Lini, dll. Sedangkan peserta dari bagian Pemberdayaan Wanita Hakka Surabaya ada sekitar 10 orang lain yang ikut menjadi peserta di kegiatan kali ini.

Tepat pukul 9 pagi, Ibu Huang yang menjadi pengajar untuk kelas masak kali ini beserta ibu lain yang membantunya tiba di lokasi kelas dengan membawa beberapa baskom besar yang berisi bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat siomay. Setelah satu persatu peserta kelas berdaatanga, kelas pun dimulai dengan meletakan semua bahan baku siomay di atas meja, seperti daging dan sayur-sayuran. Peserta mulai mencuci daun bawang, wortel, dan sayuran lainnya. Lalu dengan arahan dari Ibu Huang, semua sayuran pun dipotong kecil-kecil dan selanjutnya ditumis dengan menggunakan minyak secukupnya.

Resep siomay kali ini menggunakan 500gr daging, 250gr daging zhutou (dari kepala babi), 250gr daging ikan, 250gr udang, yang semuanya dicincang halus, lalu juga ada telur ayam 4-5 butir, tepung secukupnya dan bumbu seperti garam, minyak ikan, kecap asin, lada, kaldu ayam, dll yang diletakkan sesuai selera.

Cara membuatnya adalah dengan masukkan semua jenis daging yang sudah dicincang halus ke dalam satu wadah besar, lalu tambahkan bumbu, telur dan wortel, aduk dan campur semuanya hingga merata. Lalu tambahkan tepung sedikit demi sedikit sambil diaduk. Tapi perlu diperhatikan jangan sampai terlalu banyak diaduk.

Lalu ambil kulit pangsit yang sudah dibentuk sedemikian rupa menjadi kulit untuk siomay. Setelah pengukus diisi air dan dipanaskan, masukkan kulit siomay yang sudah diisi adonan ke dalam pengukus dan kukus selama kurang lebih 20 menit, lalu buka penutup kukusan dan hilangkan uap air yang ada di kulit siomay, dan kukus kembali selama 5 menit hingga matang, maka siomay yang sudah matang dan berbau lezat siap untuk disajikan di atas meja.

Siomay yang baru saja matang nikmat disantap dengan saus pedas, dan masakan kali itu benar-benar lezat. Semua eserta kelas menyantap siomay buatan mereka dengan perasaan senang akan hasil masakan yang mereka buat. Satu persatu mencoba dan membuat mereka ingin tambah dan tambah lagi.

Lin Hongyan, salah satu peserta, menambahkan beberapa potongan cabai di dalam siomay buatannya, dan mencicipi siomay hasil karyanya sampai meneteskan airmata dan bercucuran keringat sambil tertawa.

Satu nampan siomay yang masing-masing peserta mebuat 2 siomay hingga terkumpul 3 nampan, tidak sampai 10 menit sudah habis disantap oleh para peserta serta para pengurus yang juga di hari yang sama sedang mengadakan latihan menyanyi di sana.

Selain menyiapkan siomay kukus, Ibu Huang juga membawa chaomian jiucai, theu nga cho theu fu, cu sat, eng thong, dan makanan khas Hakka lainnya. Juga ada ibu-ibu lainnya yang menyiapkan minuman manis khas Indonesia yaitu kolak dan khas Hakka yaitu sian chao dan juga kue kukus atau hi kio pan.

Seluruh peserta dan panitia mengucapkan terima kasih kepada pak Li Hanxiong selaku ketua Hwie Tiaw Ka Surabaya yang sudah mendukung dana terselenggaranya kelas ini, dan juga Ibu Huang dan pengajar-pengajar yang sudah meluangkan waktu untuk menurunkan pengetahuannya kepada anggota Hakka yang hobi memasak. Semoga kegiatan seperti ini bisa diselenggarakan terus di lain kesempatan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.