Geliat Fab Zhu Kung Sambut Tahun Baru Imlek 2570

0 27

Singkawang-Harian InHua. Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 tinggal hitungan hari. Berbagai persiapan menyambut datangnya perayaan menyambut pesta musim semi itu pun gencar dilakukan masyarakat Tionghoa Kota Singkawang.

Salah satunya seperti yang dilakukan pengurus dan binaan Yayasan Fab Zhu Kung yang mengerjakan pemasangan lampion, pohon Meihwa, gantungan angpao, replika Naga serta beberapa atribut lainnya yang bernuansa khas Imlek dengan hiasan-hiasan yang serba merah, Senin 21 Januari 2019.

Para pengurus dan binaan Fab Zhu Kung terlihat membersihkan peralatan sembahyang yang ada di dalam Kelenteng.

Tatakan lilin dan dupa, altar serta ruang utama Kelenteng Fab Zhu Kung terlihat dibersihkan dengan alat khusus.

Koordinator lapangan, dekorasi dan hias Kelenteng Fab Zhu Kung, Phang Ngok Fung, mengatakan kegiatan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek sudah menjadi agenda tahunan pengurus dan binaan Fab Zhu Kung, salah satunya menata dan mendekor Kelenteng seindah dan semeriah mungkin.

“Kegembiraan menyambut Tahun Baru Imlek menjadi moment yang sangat spesial yang harus dirasakan oleh warga Tionghoa, termasuk juga kami para pengurus dan binaan Yayasan Fab Zhu Kung. Kegiatan menata dan mendekor Kelenteng Fab Zhu Kung dengan aksesoris khas Tahun Baru Imlek menjadi agenda rutin yang kami lakukan setiap tahunnya,” kata Phang Ngok Fung.

Adapun asa dan harapan yang selalu dipanjatkan selama perayaan Tahun Baru Imlek, disebutkan Phang Ngok Fung adalah memohon kemanan, kedamaian, dan kejayaan bagi masyarakat, bangsa dan negara. Apalagi, pada tahun 2019 yang merupakan tahun shio Babi, Indonesia akan menggelar perhelatan akbar pesta demokrasi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Calon Legislatif yang akan duduk di kursi DPRD, DPD dan DPR RI.

“Untuk imlek tahun ini, kita berdoa khusus pada kedamaian dan kesatuan Indonesia. Sebab, sekarang menjelang Pilkada. Kita berharap Pilkada bukan menjadi ajang bermusuhan,” harapnya.

Selain itu Yayasan Fab Zhu Kung juga berdoa untuk toleransi dan kerukunan serta harmonisasi antar umat beragama dan masyarakat. Sehingga, kehidupan masyarakat bias saling menghormati, saling menghargai dan mengasihi, mempererat hubungan antar sesama manusia, mengutamakan kebersamaan, gotong royong, dan saling membantu antar umat beragama.

“Perayaan Tahun Imlek adalah bentuk pengucapan syukur, doa dan harapan agar di tahun depan mendapat rezeki yang lebih baik lagi, untuk menghormati leluhur, dan sebagai media silaturahmi dengan keluarga dan antar sesama,” pungkasnya. (Rio Dharmawan)


Leave A Reply

Your email address will not be published.