Festival Cap Go Meh 2019 Harus Lebih Baik dan Berkualitas

0 43

Kota Singkawang yang luasnya hanya 504 km2 menjadi yang terbaik, terhebat, paling spektakuler dan wonderful dalam perayaan Cap Go Meh tidak hanya se-Indonesia, tapi juga se-Dunia. Hal ini tentunya tidak terlepas adanya atraksi ribuan Tatung yang melakukan pawai pada puncak perayaan yang jatuh pada hari ke 15 bulan 1 penanggalan kalender Imlek.

Demikian disampaikan Ketua Umum Panitia Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dan Festival Cap Go Meh 2019 Kota Singkawang, Hengky Setiawan di sela-sela pembukaan acara rapat pertemuan Tatung se-Kota Singkawang yang diselenggarakan di Singkawang Cultural Center, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang pada  Jumat, 11 Januari 2019.

Selain itu, ia juga menginginkan pelaksanaan perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dan Festival Cap Go Meh 2019 yang diselenggarakan selama 15 hari penuh harus meriah dan lebih berkualitas dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 “Tahun Baru Imlek merupakan perayaan tahunan yang sangat penting bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, tidak terkecuali masyarakat Kota Singkawang. Untuk itu, dalam rangka menyambut datangnya pesta musim semi tersebut, kita akan mengemas dan melaksanakannya lebih baik, lebih spektakuler, dan berkualitas karena perayaan Tahun Baru Imlek, khususnya Festival Cap Go Meh tidak hanya menjadi milik masyarakat Singkawang saja, tetapi sudah menjadi milik Indonesia bahkan masyarakat se-Dunia,” ungkapnya.

Ia mengatakan dirinya merasa bangga dan terhormat diberikan kepercayaan sebagai Ketua Umum Panitia Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dan Festival Cap Go Meh 2019.

“Saya selaku putra kelahiran Singkawang merasa bangga bisa hadir di tengah tengah rapat pertemuan dengan para Tatung yang hadir pada mala mini. Cap Go Meh adalah milik kita bersama, dan siapapun mempunyai hak untuk ikut meramaikan, terlebih Kota Singkawang sudah lama dikenal sebagai daerah tujuan utama kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, dan telah mendapat penghargaan Wonderful of The World,” kata Hengky Setiawan.

Ketua Harian Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dan Festival Cap Go Meh Leonardy Tjhai menuturkan, dalam upaya menjadikan perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2019, sebagai event budaya terbaik dan tersukses, nantinya akan ada sejumlah program yang akan dilaksanakan, seperti pembangunan pusat informasi pariwisata dan budaya, Atraksi 12 Naga Yayasan Santo Yosep, Pameran Foto dan Kuliner khas Singkawang, Parade Motor Gede berstandar nasional, pembangunan taman bunga Meihwa, Miniatur bangunan khas Tionghoa Tulou, pembuatan sepasang Singa raksasa ukuran 2,5 x 8 meter, 12 replika shio, 10replika Babi, kedai teh, pembangunan gerbang Tionghoa yang dipusatkan diperempatan BNI 46, pembuatan taman souvernir dan puluhan ribu gantungan lampion di sepanjang kawasan ruas Jalan Protokol dan pusat perdagangan, pawai lampion, dan puncaknya adalah pawai Tatung.

“Intinya, kita akan menjadikan perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh 2019 menjadi yang berbeda, lebih unik, spesifik, dan menarik yang pernah ada. Kita akan berusaha memberikan yang terbaik. Kita berharap adanya dukungan dan bimbingan dari seluruh elemen masyarakat, khususnya para Tatumg yang hadir dalam pertemuan malam ini,” kataLeonardi Tjhai.

Adapun malam pembukaan penta sseni budaya, disebutkan Leonardi, akan dilaksanakan tanggal 3 Februari 2019,bertempat di lapangan Kridasana.

“Lokasi ini kita nilai sangat baik dan strategis, mengingat setiap tahun penyelenggaraan pentas seni di stadion Kridasana, selalu berlangsung sukses dan meriah, dipenuhi masyarakat dari berbagai kalangan, hingga hari penutupan. Kita targetkan, penyelenggaraan untuk tahun ini, harus lebih berkualitas, secara keseluruhan,” tukasnya.

Dihunungi terpisah, Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie menuturkan, dirinya menyambut baik dan mendukung penuh, dipilihnya Hengky Setiawan sebagai Ketua Umum Panitia perayaan Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dan Festival Cap Go Meh 2019, karena dinilai sebagai sosok yang dapat diterima semua golongan, juga memiliki pengalaman mengelola organisasi, administrasi, manajemen dan memiliki kemampuan dalam hal keuangan.

Ia juga optimis, perayaan Imlek dan Cap Go Meh di bawah kepemimpinan Hengky Setiawan, akan terselenggara lebih sukses, lebih berkualitas, dan meriah.

“Guna menyukseskan pelaksanaan perayaan Imlek dan Cap Go Meh, kita berharap adanya dukungan, dan kerjasama yang baik dari seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya dari Pemerintah, atau panitia saja, tetapi seluruh elemen masyarakat juga perlu memberikan dukungannya,” kata Tjhai Chui Mie.

Disampaikan Tjhai Chui Mie, kesuksesan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh, merupakan pencerminan dari kondisi masyarakat Kota Singkawang secara keseluruhan. Jika acara sukses dan meriah, maka yang berbangga, bukan hanya Pemkot dan Panitia, tetapi merupakan kebanggaan seluruh masyarakat.

“Kita juga optimis, Perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh 2019, akan terlaksana lebih baik dari tahun lalu. Sebagaimana kita ketahui, bahwa setiap tahun perayaan Imlek dan Cap GoMeh, selalu berlangsung dengan sangat meriah dan sukses. Kesuksesan ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita semua. Namun, saya percaya, apabila didukung oleh semua pihak, maka apa yang kita inginkan pasti akan tercapai,” ucapnya.

Ia menyampaikan, setidaknya ada beberapa langkah untuk menyukseskan festival Imlek dan Cap Go Meh 2019. Diantaranya melakukan promosi semaksimal mungkin. Baik melalui media cetak maupun media sosial. Sehingga langkah panitia untuk promosi dinilai tepat. Hal itu sangat akurat untuk momen yang sangat dinantikan oleh banyak masyarakat ini.

“Mulai dari sekarang, kegiatan harus kita promosikan, mulai persiapan hingga pelaksanaan acara nanti,” imbuhnya.

Tjhai Chui Mie menambahkan, perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang merupakan event terbesar di Indonesia, yang memiliki keunikan yang sulit ditemui di daerah lain, bahkan di negeri Tiongkok sekalipun.

“Khusus Cap Go Meh di Kota Singkawang, setiap tahun selalu dimeriahkan pawai karnaval Tatung, Naga dan Barongsai serta pagelaran multi etnis yang diikuti seluruh paguyuban. Hal tersebut menunjukkan bukan saja pelestarian warisan budaya di Singkawang tapi juga simbol toleransi dan pembauran antar etnis yang harmonis,” ujar Tjhai ChuiMie

Dengan dilaksanakannya multievent tersebut, membawakan dampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat setempat, terutama para pelaku usaha seperti ke pengelola hotel, restoran, rumah makan, pengelola obyek wisata.

“Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa, setiap tahun menjelang perayaan Imlek dan cap Go Meh,akan dikunjungi banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara untuk menyaksikan event tahunan itu, terlebih Cap Go Meh ini merupakan event yang sudah mendunia serta mendapatkan pengakuan dari Unesco,” tukas Tjhai Chui Mie.

Dirinya mengajak semua komponen masyarakat, termasuk para pengelola hotel, restoran, rumah makan dan pengelola obyek wisata untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan pelaksananaan event Cap Go Meh.

“Tugas kita semua adalah menjaga warisan budaya seperti Festival Cap Go Meh agar tidak hilang. Untukitu, mari kita bersama-sama mengemas event Cap Go Meh, semenarik mungkin, guna menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung. Dengan dikemas sedemikian rupa, festival tersebut, kita harapkan kunjungan wisatawan ke Singkawang terus meningkat sehingga dapat memicu pembangunan Bandara dan perbaikan sejumlahsarana pendukung pariwisata,” pungkas Tjhai Chui Mie.

(Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.