The news is by your side.

‘Emas Indonesia’ Puisi Berbahasa Mandarin Karya Arek Suroboyo Sabet Juara I Satukan Para Pemuda Tunjukkan Prestasi di Dunia Internasional

20

Ajang Lomba Karya Puisi Berbahasa Mandarin mengambil tema ‘Kontribusi Generasi Z Menuju Indonesia Emas’ diadakan Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta. Menariknya juara satu dan dua disabet mahasiswa Program Studi Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra (UK Petra).

Febe Leonora Agung yang menulis puisi berjudul “Emas Indonesia” dari hasil pengamatannya perhelatan pesta akbar olahraga Asian Games 2018. Karya mahasiswi angkatan 2017 berhasil menghantarkannya memperoleh prestasi juara 1. Sekitar 3 hari, Febe menyelesaikan karyanya dengan enam paragraf. Febe bermaksud mengajak anak muda lebih semangat untuk membawa perubahan.

Kata-kata “emas” dianalogikan sebagai sekumpulan generasi Z yang mempunyai segudang prestasi. Mereka bersatu mengharumkan nama Indonesia, meskipun dari suku dan agama yang berbeda-beda.

“Saya tidak menyangka akan memenangkan lomba pusisi, apalagi mendapat juara pertama. Saya merasa puisi ini masih banyak kekurangannya”, urai gadis yang baru pertama kali mengikuti kompetisi membuat puisi sebagai salah satu karya sastra.

Febe pun berharap anak-anak muda Indonesia mampu membawa perubahan dengan bertanding di bidang akademik maupun non akademik untuk bersatu membawa nama Indonesia ke kancah internasional, setelah membaca puisinya. Semenjak memenangkan lomba menulis puisi, gadis yang hobi membaca dan lahir pada 16 Agustus 1999 tidak ragu lagi menjajal berbagai kompetisi tingkat nasional.

Lain halnya dengan Kurniawati Adirahsetio, gadis yang akrab dipanggil Nia sudah sering membuat banyak puisi sejak duduk di bangku SMA, meski dalam bahasa Indonesia. Hanya dalam sehari saja, puisinya berjudul “Bangunlah!” sudah jadi dalam bahasa Indonesia dan berhasil menghantarkannya menjadi pemenang juara 2.

“Meski sudah biasa membuat puisi, saya tetap melakukan pencarian data terlebih dahulu. Saya menemukan fakta bahwa anak muda generasi Z suka bermain Handphone dengan gaya menunduk. Nah dari sinilah akhirnya saya mendapat ide bahwa judulnya “Bangunlah” yang maksudnya tegakkan kepalamu dan mulailah buat sesuatu untuk Indonesia”, urai mahasiswi yang mempunyai hobi membaca buku novel.

Setelah mendapat masukan dari dosen, mahasiswi angkatan 2016 akhirnya mantap memberikannya kepada panitia. Puisi yang singkat dan sarat dengan arti, khusus ditujukan pada generasi muda yang lebih suka bermain Handphone.

“Saya berharap anak muda yang membaca puisi saya menjadi sadar dengan lingkungannya sendiri, sebab masa depan punya mereka sendiri. Dan mereka harus berbuat sesuatu”, ungkap gadis kelahiran Sidoarjo 11 April 1998 silam. (AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.