The news is by your side.

Dimana Kesepakatan Pesawat Militer A400M yang Baru di Indonesia?

25

Minggu ini, rincian baru muncul mengenai rencana Indonesia untuk membeli pesawat terbang. Meskipun secara spesifik masih belum jelas, berita tersebut tetap sekali lagi menyoroti perjuangan Jakarta untuk meningkatkan kemampuan angkatan udaranya.

Seperti yang telah dicatat sebelumnya oleh media Diplomat, Indonesia telah lama berupaya meningkatkan kemampuan udara, yang tetap sangat terbatas dan telah mengalami banyak kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu platform yang sedang dieksplorasi adalah A400M, sebuah pesawat angkut militer yang diproduksi oleh Airbus. A400M, yang dapat mengangkat muatan hingga 37 ton dan memiliki jangkauan hingga 3.300 kilometer, dapat digunakan oleh Indonesia untuk berbagai fungsi, mulai dari membawa barang dan peralatan di seluruh nusantara sampai bantuan kemanusiaan dan operasi bantuan bencana.

Meskipun pejabat pertahanan Indonesia sebelumnya mengusulkan rencana akuisisi kembali pada tahun 2016, kemudian ada beberapa ambiguitas mengenai apakah Jakarta benar-benar akan melanjutkan kesepakatan tersebut dan juga berapa banyak pesawat yang ingin dibeli. Kesepakatan potensial menjadi berita utama karena akan membuat Indonesia hanya pengguna A400M kedua di Asia setelah Malaysia.

Tahun lalu, sarannya adalah bahwa Indonesia akan melihat hingga lima pesawat dalam kesepakatan senilai sekitar $ 2 miliar. Sebuah letter of intent ditandatangani saat kunjungan Presiden Perancis Francois Hollande ke Indonesia pada bulan Maret yang lalu, namun mencakup jumlah pesawat yang tidak ditentukan dan tidak memasukkan rincian yang penting untuk kesepakatan tersebut seperti bentuk perjanjian kerjasama industri. Pejabat Indonesia kemudian juga mengindikasikan bahwa A400M tetap menjadi fokus, termasuk di Singapore Air Show awal tahun ini (Lihat: “Apa yang Berikutnya untuk Ambang Kedirgantaraan di 2018?”).

Pada tanggal 7 Maret, rincian A400M dibahas dalam sebuah pertemuan antara kepala angkatan udara Indonesia Yuyu Sutisna dan direktur Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) milik negara. Menurut Angkatan Udara Indonesia, Agus Andiyani, kepala PT PPI, mengatakan Kementerian Badan Usaha Milik Negara akan menggandeng dua unit A400M.

Akuisisi A400M dibingkai dalam rangka memperbaiki keadaan logistik di dalam negeri dan distribusi barang dan jasa yang akan dikenakan oleh PT PPI. Sustina juga mengatakan bahwa Angkatan Udara akan menyediakan kru dan teknisi yang dibutuhkan untuk menerbangkan dan merawat pesawat terbang juga.

Meskipun ini kemudian dilaporkan oleh beberapa media sebagai konfirmasi kesepakatan, rincian kontrak masih tetap tidak jelas.

Leave A Reply

Your email address will not be published.