Boen Bio Gelar Perayaan Cap Go Me 2570 Kongzili Mewarisi dan Melestarikan Ajaran Ba De Delapan Kebajikan

Hadirkan Motivator Andrie Wongso

0 16

Bertempat di Restoran Kowloon, Boen Bio menggelar Perayaan Cap Go Me 2570 Kongzili Mewarisi dan Melestarikan Ajaran Ba De Delapan Kebajikan Adalah Kewajiban Kita Semua, dengan pembicara utama Andrie Wongso motivator nomor satu di Indonesia (20/2) . Acara dihadiri Konjen RRT di Surabaya, Konjen Amerika, perwakilan FKUB, Gusdurian, staf Kemenag Pemkot Surabaya dan pengurus TITD se-Jatim.

Gatot Seger Santoso selaku ketua panitia mengungkapkan setiap merayakan Imlek dan Cap Go Me selalu terkenang Gus Dur sebagai Bapak Tionghoa Indonesia karena telah melepaskan belenggu terkekangnya budaya Tionghoa. “Sekarang masyarakat Tionghoa bisa merayakan Imlek yang telah ditetapkan sebagai hari libur nasional,” ujar Gatot Seger Santoso yang mengajak para hadirin mengheningkan cipta mendokan Gus Dur.

Selanjutnya Gatot menjelaskan perkembangan pembangunan Kelentengg Ba De Miao八德廟 di komplek tempat ibadah 6 agama kawasan Surabaya Barat. “Kami ditugaskan membangun kelenteng tradisional yang mewarisi delapan ajaran kebajikan yang sama pentingnya dengan pembangunan sekolah tiga bahasa. Kami mengharapkan dukungan semua pihak untuk pembangunan Ba De Miao,” ujar Gatot Seger Santoso.

Ketua Makin Boen Bio文廟 Handoko Tjokro 庄明汉 mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2570 dan mendoakan kebaikan, kelancaran dan sehat bagi semuanya. “Acara Cap Go Me rutin diselenggarakan di Kelenteng Boen Bio tapi untuk kalangan sendiri. Namun kali ini mengundang banyak pihak guna menyosialisasikan pembangunan Kelenteng Ba De Miao,” terangnya.

Pada kesempatan itu Konjen RRT di Surabaya juga mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek. Gu Jingqi mengatakan Imlek telah diakui pemerintah Indonesia yang memberi kontribusi kepada masyarakat Tionghoa sekaligus budayanya. “Kedua negara telah memberi kontribusi dengan persahabatan dan kerjasama yang terjalin selama ini. Semoga  lebih cepat maju, sukses, sehat, lancar dan sukses,” tutur Gu Jingqi.

Nurhasan Kasubag TU Kemenag Surabaya mengucapkan selamat merayakan Imlek dan Cap Go Me serta menceritakan Gus Dur dari NU yang memperjuangkan keberadaan Khonghucu. Sejak tahun 2001, Khonghucu berkedudukan sama dengan agama lain di Indonesia, ujar Nurhasan. Namun pembinaan agama Khonghucu berada di bawah Kemenag dan masih menghadapi tiga hal.

Adapun masalah pernikahan dari umat Khonghucu sudah bisa dicatatkan di catatan sipil. Sedangkan pada bidang pendidikan yang ditangani Kemenag untuk soal ujian sekolah materi agama Khonghucu, Nurhasan berharap peran Matakin. “Umat Khonghucu sebaiknya ada yang mendaftar sebagai Aparatur Sipil Negara untuk menyumbangkan pola pikir masalah keagamaan dan kerohanian,” himbaunya.

Pada akhir acara tampillah Andrie Wongso yang menerangkan Ba De Delapan Kebajikan adalah salah satu ajaran moral dan kemuliaan dari Nabi Kongzi. Delapan perilaku moral kebajikan hendaknya diterapkan oleh Junzi bijaksana dan berbudi. Adapun Ba De Delapan Kebajikan diantaranya; Xiao : memuliakan hubungan orang tua mengasihi anaknya, anak berbakti kepada orangtua atau leluhur. Ti : rendah hati. Zhong : satya, kesetiaan. Xin : dapat dipercaya. Li : mengikuti tata krama dan sopan santun. Yi : menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, kewajiban. Lian: tulus dan jujur. Chi : tahu mau. (AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.