BI Prediksi Inflasi Sebesar 0,51 Persen di Bulan Mei

0 6

Inflasi Indonesia pada bulan Mei diperkirakan akan berada di 0,51 persen, berkat penurunan harga komoditas pokok di negara itu yang secara signifikan menetralisir kenaikan harga dalam elemen-elemen lain sepanjang bulan, kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (23/5).

Dia mengatakan tingkat inflasi yang diharapkan pada bulan Mei, yang terjadi pada bulan Ramadhan, dapat memecah sejarah inflasi bangsa di bulan puasa yang selalu membukukan tingkat yang lebih tinggi karena melonjaknya harga komoditas pangan.

“Perkiraan inflasi pada bulan Mei jauh lebih rendah daripada Ramadhan dalam tiga tahun terakhir yang berada di rata-rata 0,68 persen. Ini akan menjadi inflasi Ramadhan terendah yang pernah ada,” kata Warjiyo untuk menyampaikan hasil survei BI pada harga untuk bulan itu.

Dengan inflasi bulan-ke-bulan yang diharapkan pada 0,51 persen, inflasi tahun-ke-tahun pada bulan Mei diperkirakan mencapai 3,14 persen, ia menambahkan.

Menurunnya harga komponen makanan pokok, seperti beras dan bawang merah, berhasil menetralisir kenaikan harga tiket penerbangan, cabai merah dan bawang putih sepanjang bulan.

“BI, pemerintah pusat dan daerah melalui tim pengendali inflasi yang beroperasi dari kantor kami di daerah akan melanjutkan upaya untuk memastikan harga-harga tetap terkendali selama Ramadhan,” katanya.

Inflasi yang lebih rendah di bulan Ramadhan pada akhirnya akan menurunkan inflasi sepanjang tahun ini, tambahnya.

Gubernur memperkirakan bahwa inflasi dapat mengarah pada 3,2 persen pada akhir tahun, lebih rendah dari 3,5 persen yang ditetapkan dalam target anggaran negara.

Leave A Reply

Your email address will not be published.