Antusias Seniman Surabaya Melihat Karya Kaligrafi Islam dan China Goresan Ustad Ahmad Jianlong An di Shao Gallery Grand City Mall

0 20

Kaligrafi adalah seni menulis teks dalam bentuk lukisan menggunakan pena dituangkan di kertas.  Pada abad ke-16 seni kaligrafi berkembang dan memainkan peran penting bagi kebudayaan Islam. Teknik menulis kaligrafi tidak sembarangan namun ada aturan  tertentu. Ustad Ahmad Jianlong An    (安建龙) dari Nanjing sengaja hadir di Surabaya atas undangan Yayasan Seni Budaya Indonesia China atau Cross Culture Indonesia China (印中文化交流基金会) dan Surabaya Art Society (14/7).

Bertempat di Shao Gallery Grand City Mall Lantai 2, Ustad Ahmad Jianlong An mendemonstrasikan kemampuan membuat Kaligrafi Islam dan Kaligrafi China kepada pecintanya dan seniman Surabaya. Dalam waktu singkat, Ustad Ahmad Jianlong An membuat beberapa lembar kaligrafi Arab diambil dari Al Qur an  yang berarti diantaranya; ‘Dengan Menyebut Nama Allah’, ‘Tiada Tuhan Selain Allah’, ‘Pujian Itu Hanya Untuk Allah’, ‘Maha Suci Allah’, dan sebagainya.

Ustad Ahmad Jianlong An mengatakan rasa senangnya bisa bertemu para seniman dan warga Tionghoa Surabaya, serta mengucapkan terimakasih bisa bertukar ilmu. Menurutnya, agama Islam masuk ke China mengalami penyesuaian dengan budaya setempat termasuk kaligrafinya. “Beberapa hari yang lalu ada orang Indonesia yang berpendapat bahwa Islam perlu menyerap kebudayaan setempat. Saya sangat setuju,” ujarnya.

Yusuf Soebianto (丘思迁)Ketua Seni Kaligrafi dan Lukis Surabaya menyambut senang hadirnya Ustad Ahmad Jianlong An yang mempertunjukkan seni Kaligrafi Arab China. “Kita bisa saling bertukar pengalaman antara Sufak dan Kaligrafi Arab,” tutur Yusuf Soebianto yang hadir bersama anggota.

Chandra Wurianto (胡建章)Ketua Yayasan Seni Budaya Indonesia China mengungkapkan yayasan yang didirikannya menjembatani dua budaya dan terus mengupayakan kerjasama. Chandra Wurianto menginformasikan akan datang pula seniman fotografi dari China dan beberapa bulan kedepan hadir delegasi tari dari China. “Banyak kegiatan yang telah kita selenggarakan dengan cross culture,” ujar Chandra Wurianto.

Rasmono Sudarjo  (邵亮明)pemilik Shao Gallery menjelaskan kegiatan demo kaligrafi untuk memberi wawasan kepada seniman muda agar semakin mendalami dua budaya. “Pertukaran ilmu dan pengalaman dengan seniman luar negeri itu penting, karena menambah wawasan,” terang Rasmono Sudarjo yang membentuk Surabaya Art Society sebagai wadah berkarya anak bangsa.

Dalam acara berbagi pengalaman seni kaligrafi juga tampil seniman Sufak Surabaya baik muda maupun senior. Mereka mendemonstrasikan sufak dengan cepat di atas kertas. Tulisan yang dibuat penuh makna dengan goresan indahnya.

Ustad Ahmad Jianlong An memuji goresan Sufak karya seniman Surabaya. Ustad Ahmad Jianlong An mengaku belajar menulis kaligrafi sejak berusia 10 tahun. Dalam kesehariannya, Ustad Ahmad Jianlong An yang menempuh pendidikan hingga Pasca Sarjana ini mengajar dan sebagai sekretaris organisasi muslim tingkat provinsi. Ia juga pernah mendemonstrasikan Kaligrafi Arab China di Pondok Pesantren Denanyar Jombang.

 

Menariknya dalam menulis kaligrafi, Ustad Ahmad Jianlong An membuat sendiri kuasnya yang berujung kain dengan tangkai kayu. Kertas yang dipakainya pun memiliki serat halus. Setelah menulis beberapa kaligrafi di atas keras lalu ditempel di dinding kaca Shao Gallery dan dinikmati para hadirin. (AV)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.