Tema tahun ini, “The World She Made”, menyoroti perubahan-perubahan positif yang telah disaksikan dan dirasakan secara global berkat para perempuan.

Konferensi itu telah digelar tiga kali dan tahun ini merupakan yang pertama diselenggarakan bersama Lazada, perusahaan e-commerce Alibaba Group di Asia Tenggara.

Ini juga merupakan kali pertama konferensi diselenggarakan secara serentak di empat kota berbeda di seluruh dunia – Hangzhou, Tokyo, Jakarta, dan Sydney – guna memungkinkan para peserta untuk berdiskusi secara mendalam tentang isu-isu dan peluang yang spesifik pada wilayah dan budaya mereka.

Sejumlah figur inspiratif menyampaikan pidato kunci dalam konferensi, seperti Jack Ma, pendiri dan Executive Chairman Alibaba Group, Melinda Gates dari Bill & Melinda Gates Foundation, Phumzile Mlambo-Ngcuka, United Nations Undersecretary dan Executive Director UN Women, Najwa Shihab, jurnalis pemenang berbagai penghargaan dan pendiri Narasi TV (Jakarta), Jessica Rudd, kreator Jessica’s Suitcase (Sydney), dan Mika Kumahira, President of Career College at Showa Women’s University (Tokyo).

“Seiring dengan peran Internet dalam hal menghadirkan level of playing field (penyetaraan kesempatan), kami menciptakan ekosistem e-commerce yang inklusif dan berkelanjutan serta membangun teknologi terdepan, infrastruktur pembayaran dan logistik yang bermanfaat bagi para penjual, konsumen dan masyarakat sekitar,” kata Chun Li, Co-President Lazada Group dan CEO Lazada Indonesia dalam pernyataan resmi.

Dia melanjutkan, dalam proses bekerja mereka telah bekerja sama dan mendukung begitu banyak perempuan yang berkontribusi terhadap perekonomian yang terus tumbuh, khususnya di Indonesia di mana 60 persen dari UKM-nya dipimpin oleh perempuan.

Di Hangzhou, Jack Ma menyampaikan apresiasi dan dukungannya pada pengusaha perempuan. Ia mengatakan, perempuan merupakan bagian penting yang mendorong kesuksesan Alibaba Group selama 20 tahun terakhir.

Menurut dia, perempuan telah menunjukkan kapasitasnya dalam beradaptasi terhadap perubahan pesat yang dibawa revolusi digital. Fleksibilitas dan kemampuan menghadapi perubahan semacam inilah yang mendorong kreativitas di antara wanita, tambah Jack Ma.

Dalam pidato kuncinya di Jakarta, Najwa Shihab menekankan kembali apa sesungguhnya arti dari “The World She Made”.

Najwa menegaskan bahwa para perempuan harus mendobrak paradigma klise dan stereotip yang dihadapinya, serta menggunakan peran kewirausahaan dan kepemimpinan bukan hanya untuk mengubah dunia mereka sendiri, namun juga membentuk komunitas yang suportif, yang dapat mengangkat dan memberdayakan perempuan lain.

Sesi 2019 Global Conference on Women and Entrepreneurship di Jakarta juga menghadirkan diskusi panel bersama Helianti Hilman, founder dan Chairperson JAVARA, Iim Fahima, founder Queenrides, Lizzie Parra, pendiri dan CEO BLP, serta Anastasia Wibowo, Chief Financial Officer Lazada Indonesia.

Sementara itu, Utari Octavianty, co-founder Aruna Indonesia, dan pemenang tantangan inovasi sosial dari Alipay 2019 – ikut hadir di konferensi yang diselenggarakan di Hangzhou.

Ia berbagi tentang perjalanan panjangnya membentuk Alibaba-nya Indonesia, khusus untuk nelayan skala kecil, agar mereka dapat meningkatkan pendapatan dan mendapatkan akses untuk kesempatan-kesempatan lain.