11 Gajah Sumatra Mati di Provinsi Aceh Sepanjang 2018

0 1

Sebelas gajah Sumatra telah mati karena kegiatan perburuan, konflik dengan manusia dan sebab-sebab alamiah sepanjang 2018, lebih rendah dari yang tercatat di tahun sebelumnya, kata seorang pejabat Pusat Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) provinsi Aceh pada hari Kamis.

Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo mengatakan, kabupaten yang mencatat paling banyak kematian hewan yang dilindungi tahun lalu adalah Aceh Timur dengan 4 kasus. Diikuti oleh Aceh Besar dengan 3 kasus.

“Dari 11 kematian, 3 disebabkan oleh konflik gajah dengan manusia, 3 oleh kegiatan perburuan liar dan 5 oleh sebab alamiah,” kata Sapto di ibukota Aceh, Banda Aceh.

Di antara kematian gajah yang tragis adalah dua di Kabupaten Aceh Timur dan Bireuen ketika mereka ditemukan dengan gading mereka sudah pergi. Salah satu dari mereka diduga diracun yang menyebabkan kematiannya.

Aceh menyaksikan berkurangnya jumlah gajah Sumatra yang hidup di alam liar, sebagian besar karena konflik dengan manusia dan kegiatan perburuan liar.

BKSDA Aceh mengatakan bahwa populasi hewan yang dilindungi di hutan Aceh sekarang diperkirakan sekitar 500.

Risiko berkurangnya populasi gajah semakin meningkat karena perluasan area perkebunan, menyusutnya habitat mereka dan mendorong mereka untuk melakukan konflik dengan manusia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.